Sebanyak 93 item atau buku ditemukan

Pelaksanaan Penalti Deposito Mudharabah pada BPRS (Perseroda) Jam Gadang Bukittinggi Ditinjau dari Fiqh Muamalah

Fiqh Ibadah

Ibadah merupakan segala upaya muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah dari suatu yang dicintai serta dirihai-nya, baik berupa perkataan dan perbuatan yang zhahir maupun yang bathin. Adapun Fiqh merupakan pengetahuan tentang hukum-hukum syarain yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (orang yang terbebani syariat agama), yang diperoleh dari dalil-dalil yang bersifat terperinci, berupa nash-nash Alwuran dan sunnah serta cabangnya yang berupa jima' dan ijtihad ulama. Buku Fiqh Ibadah ini memuat tentang hukum dan tata cara thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Penyajiannya pun menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan memberikan pemaparan yang luas tetang berbagai hukum yang digali dan ditimba dari kitab-kitab fiqh empat mazhab beserta dalildalilnya dari Alquran dan sunnah. Meski singkat padat, buku ini dapat ememnuhi tujuan dan mencukupi kebutuhan kalangan yang karena faktor kondisi tidak mampu merujuk langsung ke sumber-sumber referensi fiqh yang otoritatif. Dikarenakan fiqh ibadah merupakan samudera luas sehingga membutuhkan kemahiran tinggi untuk mengeksplorasi kandungan terpendam turats fiqh yang diwarisi dari para ulama pendahulu sebagai pewaris para nabi.

... Al - Mughnî III / 218 , Syara'i ' Al - Islâm I./277 , Al - Muhalla VII / 36 , dan Hadâ'iq Al - Azhar II / 214 . Alasan lain , umrah adalah nask ( ibadah ) yang. 155 Nail Al - Authâr IV / 281 . 604 FIQH IBADAH B. Hukum Umrah.

Pilo Toq

Suatu hari, Puan Ainon memuat naik gambar suaminya, Prof. Abdullah, sedang menolak mesin rumput. "Selesai mesin rumput, suami saya belikan nasi lemak lauk telur untuk sarapan kami. Beginilah cinta orang tua-tua." [Lebih kurang begitulah katanya.] How sweet! Lalu saya titipkan komen ini kepada Puan Ainon, "Kak! Orang tua tak boleh makan telur selalu, tau! Kolesterol! *bahak* Kemudian saya terfikir, selama mana agaknya cinta pasangan suami isteri akan kekal 'membumbubg? Lima tahun? Sepuluh tahun? Atau.... Apapun, buku Pilo Toq ini bukanlah kisah cinta Puan Ainon dan Prof. Abdullah. Ini bukunkisah cinta OP Zaharin, Azzam Supardi, dan Bahruddin Bekri dengan isteri mereka. Tetapi, ini kisah perbualan sweet-sweet suami isteri di dalam kereta atau di atas motosikal ketika lalu lintas sesak. Dan, jika ditanya kepada anak dara trang tang tang zaman sekarang, lelaki jenis apakah yang menjadi pilihan mereka, nescaya mereka akan menjawab, "Lelaki yang boleh buat I ketawa! Kalau tak boleh buat I ketawa... tetapi boleh buat I tersenyum simpul pun jadilah!" Buku Pilo Toq ini mungkin tidak akan buat anda ketawa... tetapi, jika anda tersenyum simpul ketika membacanya - itu pun lebih baik daripada cukup buat saya dan penulis-penulisnya! Tetapi, kalau anda nak ketawa terbahak-bahak ketika membacanya pun kami tak kisah. Jadi, beli dan bacalah buku ini. Kerana cinta memang selalunya sweet - macam kamu!

Lima tahun? Sepuluh tahun? Atau.... Apapun, buku Pilo Toq ini bukanlah kisah cinta Puan Ainon dan Prof. Abdullah. Ini bukunkisah cinta OP Zaharin, Azzam Supardi, dan Bahruddin Bekri dengan isteri mereka.

Sistem baru mengajar ugama

sukatan pelajaran ugama Islam bagi sekolah2 rendah 1968 telah dipersetujui oleh persidangan majli

Freiberger Forschungshefte

659-664. PlCKard, L. (1924): Oil prospects of the Jordan Exploration Co. Ltd.
Concession, at the South end of the Dead Sea, Israel (with parts by L. Pickard
and A. Vorman, unpublished report of the Jordan Exploration Co. Ltd.) POuCheR,
W. A. (1974): Perfumes, cosmetics and soaps. Chapman and Hall Ltd, London.
Shapiro, L. and Brannock, W. W. (1962): Rapid analysis of silicate carbonate and
phosphate rocks. US Geol. Survey Bull. 1144-A. Sobhl A., Smbll, A.M. and
Abdullah ...

The Malayan Emergency Revisited 1948-1960

A Pictorial History

Several hundred Malay youth under the leadership of Wan Ali and the
flamboyant Abdullah Che Dat (CD Abdullah) responded to a MRLA recruiting
drive, as the Party were well aware of the propaganda value of a Malay unit in its
organisation. These volunteers, about 500 of them, were then formed into the
10th Independent (Malay) Regiment. However, the new Regiment did not last
long. In 1950, some 300 of its members, all raw recruits, had just occupied their
jungle camp not far ...