Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) bagi anak-anak SD ternyata bukan hal yang berat. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang dihadapkan pada berbagai masalah. Dari bayi hingga orang tua, masalah akan menghampiri setiap hari. Dari masalah-masalah tersebut, seseorang dituntut agar selalu bisa berpikir kreatif dan inovatif sehingga dapat menemukan solusi terbaik.
Ilmu alamiah dasar (IAD) atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial dan ilmu yang hanya berbicara tentang bagaimna metode-metode ilmu kealaman dalam menjelaskan gejala-gejala alam lebih secara filosofi. Buku ini membahas Enam BAB yakni tentang Perkembangan pikiran manusia, Pendekatan dalam memperoleh Ilmu Pengerahuan, Perkembangan Ilmu Biologi Fisika Kimia, Keanekaragaman mahluk hidup dalam Biosfer, Pembentukkan Alam Semesta, dan Sains Teknologi Masyarakat. Buku ini mudah dipahami terutama untuk kalangan mahaiswa, karena di dalamnya berisi pembelajaran bermakna terkait gejala-gejala alam yang kontekstual. Oleh karena itu, dengan membaca buku ini mahasiswa dapat menjadi pebelajar sepanjang hayat.
Ilmu alamiah dasar (IAD) atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan ...
Kebutuhan mahasiswa akan materi ajar dalam proses perkuliahan terkadang tidak sepenuhnya dapat mereka lengkapi walaupun dengan berlimpahnya informasi yang dapat diperoleh di dunia maya, seperti internet. Hal ini disebabkan oleh banyaknya mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, sehingga sangat minim kesempatan mereka untuk mengakses informasi di sela-sela waktu istirahatnya. Hal ini juga diperparah dengan mahasiswa yang sudah berkeluarga dan hidup dalam tatanan sosial kemasyarakatan yang juga banyak menuntut waktu mereka. Dengan demikian buku ini dihadirkan untuk melengkapi khazanah pengetahuan dan kepustakaan maha-siswa dalam melaksanakan perkuliahan khususnya mahasiswa yang tergolong punya banyak kesibukan.
Kebutuhan mahasiswa akan materi ajar dalam proses perkuliahan terkadang tidak sepenuhnya dapat mereka lengkapi walaupun dengan berlimpahnya informasi yang dapat diperoleh di dunia maya, seperti internet.
Penelitian dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan memiliki puluhan tawaran metodologis. Namun demikian, tidak dapat dielakkan adanya pengaruh kuat dari pendekatan dalam penelitian kuantitaif atau kualitatif. Dalam penelitian ilmu sosial, pendekatan kuantitatif dan kualitatif sudah berkembang sekitar tahun 1960-an sehingga para pakar tidak lagi mempersoalkannya. Bahkan, terdapat kecenderungan adanya kesesuaian metodologis terhadap topik penelitian meskipun tidak dimungkiri sebagian pakar khususnya di Indonesia masih terpetak-petak dalam kubu kuantitaif dan kubu kualitatif. Sering kali pakar kuantitatif dalam bidang ilmu-ilmu sosial menjadi fanatik dan bertolak belakang dengan kubu kualitatif yang menganggap pendekatan kualitatif sebagai penelitian yang tidak obyektif, subyektif, tidak representatif, dan tidak reliable. Buku yang terdiri atas delapan bab ini akan mengajak pembaca memahami seluk beluk metodologi penelitian kualitatif dalam ranah pendidikan, sosial, kebudyaan dan keagamaan. Buku ini akan lebih jauh mengulas metode penelitian kualitatif sebagai salah satu tipe penelitian yang tidak kalah populer dan kredibel dengan tipe kuantitatif.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada hakikatnya dipandang sebagai proses, produk dan aplikasi. Oleh karena itu, pembelajaran IPA baik dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya harus sesuai dengan hakikat IPA. Buku Evaluasi Pembelajaran IPA ini menyajikan tentang strategi dalam merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran IPA berserta tindak lanjutnya. Buku ini menjelaskan tentang proses perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut evaluasi pembelajaran IPA dan cocok dibaca oleh berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa dan pihak lain.
Contoh pertanyaan wawancara adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pendapat
anda tentang model pembelajaran inkuiri yang dilaksanakan dalam pembelajaran Fisika? (wawancara terstruktur). a. Sangat bagus b. Bagus c.
Cukup bagus d.