Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Perempuan Cahaya

"Nggak ada udaranyaaaaa …," aku menjerit, megap-megap, tangisku pecah. Kutatap orang-orang di sekitarku, betapa mudahnya udara keluar masuk hidung mereka. Mengapa sulit sekali bagiku menghirup udara itu? Inikah akhir hidupku? Kutatap ja

Ia menatap teduh si mungil dalam dekapannya. ... Tapi, mengapa dalam
bahagianya tiba-tiba ada yang menusuk dadaku? ... Satu per satu temanku yang
lain menimpali sambil bercerita seru tentang proses persalinan yang pernah
dijalani.

Food Combining & Yoga Mengendalikan Stres

Hidup begitu indah. Bangun pagi segar, makan terasa lebih nikmat, sulit mencari alasan untuk marah; kalaupun telanjur marah, redanya cepat sekali. Begini rasanya hidup, selalu punya alasan untuk senyum atau tertawa. Bahkan, kualitas spiritual meningkat drastis. Itulah hidup dengan stres yang terkendali. Caranya? Gampang!!! ¢ Dengan Food Combining: bisa makan enak dan kenyang, bahkan dapat bonus: berat badan ideal dan hilangnya beragam penyakit. ¢ Dengan yoga: "membangunkan" seluruh bagian tubuh maupun jiwa. Tak perlu ragu, sang suhu Erikar Lebang-pelaku Food Combining lebih dari 15 tahun dan guru yoga yang pernah berguru langsung kepada B.K.S. Iyengar di Pune, India-memberikan tips n tricks peningkatan kualitas hidup dengan: ¢ Pola makan penghalau stres ¢ Jenis bahan makanan dan pengaruhnya terhadap kondisi fisik dan mental. ¢ Asana yoga penangkal stres yang bisa dilakukan sendiri sehari-hari. [Mizan Publishing, Qanita, Sehat, Health, Yoga, Diet, Muda, Gaya Hidup, Mudah, Gampang, Indonesia]

Sejak 1975, institut yoga—didirikan di Pune, India—bernama Ramamani Iyengar
Memorial Yoga Institute—diambil dari nama istrinya yang meninggal sebelum
institut ini terbentuk—bisa dibilang merupakan sekolah yoga paling besar dan ...

Seteru 1 Guru

Novel Pergulatan 3 Murid Tjokroaminoto

Surabaya, awal tahun 1900-an, di Jalan Peneleh Gang VII ada sebuah rumah yang dihuni sejumlah anak muda pembentuk sejarah bangsa ini. Rumah itu menjadi saksi bagaimana H.O.S Tjokroaminoto, sang Raja Jawa Tanpa Mahkota, menggembleng anak-anak kosnya dalam perjuangan melawan penjajahan. Para muridnya itu adalah Soekarno, Musso, dan Kartosoewirjo. Dari Tjokroaminoto, ketiganya belajar tentang kemerdekaan, kebebasan, dan ideologi dalam berbangsa. Ketiganya bersahabat dan saling mendukung. Namun, sejarah berkata lain. Ketiga murid kesayangan Tjokroaminoto ini harus berpisah jalan. Mereka menempuh jalan sesuai kata hati masing-masing. Sebuah persimpangan yang akhirnya membawa mereka kembali dalam sebuah pertemuan berdarah. Perselisihan paham yang membuat sahabat harus saling menumpas. Seteru 1 Guru, novel tentang pergulatan sejarah anak bangsa, Soekarno, Musso, dan Kartosoewirjo. Tentang bagaimana ketiga sahabat satu perguruan itu harus berpisah jalan demi keyakinan yang berbeda. Tentang bagaimana sebuah bangsa merdeka harus dibangun dengan darah dan air mata. "Novel Seteru 1 Guru ini patut dibaca sebagai kunci pembuka ke arah penziarahan sejarah bangsa." -Yudi Latif, cendekiawan [Mizan, Qanita, Soekarno, Musso, Kartosoewirjo, Novel, Sejarah, Indonesia]

Semboyan 'Stop The War In Indonesia' dalam lima bahasa—Inggris, Prancis,
Rusia, Cina, dan Arab—terpampang di jalan-jalan dan lapangan-lapangan,”
kenang Soeripno. Ketika berangkat ke Praha, Soeripno juga membawa mandat
penuh ...