Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Pemahaman Praktis Ulumul Qur'an

Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup bagi manusia yang mendambakan kebahagiaan yang hakiki. Manusia wajib mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur’an. Ketika manusia jauh dari petunjuk hidupnya, maka sesungguhnya mereka telah “membinatangkan” dirinya. Telah tampak di hadapan mata kita, seseorang yang tidak berpedoman pada Al-Qur’an, maka perilakunya tidak jauh beda dengan binatang. Jangan bersedih jika engkau tidak dihargai, tetapi bersedihlah jika tidak berharga lagi. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tetapi jadilah manusia yang bermanfaat. Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan di kala kita senang dan perisai di waktu susah. Namun, kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Semua manusia itu baik, jika kita bisa melihat kebaikan dan keunikannya. Sebaliknya, semua manusia itu akan buruk dan membosankan, jika kita tidak bisa melihat keduanya. Hidup tanpa rencana tak ubahnya melangkah tanpa arah. Ibaratnya perjalanan tanpa tujuan. Tujuan akhir manusia adalah surga, maka ikutilah petunjuk Al-Qur’an Al-Karim.

DAFTAR PUSTAKA Al-Qur'an Al-Karim Ali Ibn Hadar al-Atsqalani, Ahmad Bin Hanbal. Fath al-Baari bi Syarhi al-Bukhaari, Kairo : Dar alHadits, 2004. Anwar, Rosihan. Ulum al-Qur'an, Bandung: Pustaka Setia, 2008. --------------------.

Hakikat Ilmu Tauhid Menuju Sumber Kehidupan Abadi

Tauhid merupakan pondasi pertama dan paling utama dalam membangun peradaban manusia di dunia dan akhirat. Jika tauhidnya benar dan kuat, maka dapat mengantarkan manusia untuk hidup tenang, aman, damai, tenteram dan sejahtera. Pemahaman terhadap sifat-sifat Allah Swt, dapat menyadarkan manusia agar jangan berlaku sombong di muka bumi ini. Karena semuanya milik Allah Swt, tanpa dari-Nya, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Bandingkan besarnya karunia Allah Swt, dengan sedikitnya rasa syukur dan ibadah kita, “ Astaghfirullah “ Allah Swt, memiliki beberapa nama yang sempurna, dan sangat dianjurkan sebagai washilah (perantara) dalam berdo’a. Washilah yang terbaik dalam berdo’a adalah Asmãul husna dan Asmãul A’dzam. Dalam suatu riwayat ada yang berdo’a dengan membaca Asmãul A’dzam, kemudian Rasulullah mengatakan; Sungguh engkau memohon dengan nama-Nya (yang Agung), jika memohon dengan nama-Nya Dia berikan, dan jika berdo’a dengan nama-Nya Dia menjawab. Adapun do’a Asmãul A’dzam sebagai berikut; اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنِّيْ أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, اَلْأَحَدُ الصَّمَدُ, اَلَّذِيْ لَمْ يَلِدْ, وَلَمْ يُوْلَدْ, وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدُ “ Hakikat tauhid dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari dua dimensi keimanan, meyakini tiada Tuhan selain Allah Swt dan mengikrarkan diri bahwa Nabi Muhammad Saw adalah hamba dan utusan-Nya. Keyakinan terhadap ke-Esaan Allah sesungguhnya bukan sekadar mengakui adanya Allah sebagai pencipta langit, bumi dan seisinya. Namun, harus kita ketahui apa tujuan manusia diciptakan di muka bumi? Apa tujuan para Rasul diutus di muka bumi? Apa perintah Allah yang paling utama kepada manusia? dan bagaimana cara menjaga keselamatan hidup manusia di dunia dan akhirat. Insya Allah penulis akan menguraikan dan menjelaskan secara tuntas. Musyrik, munafik, fasik, murtad dan kafir merupakan sumber kehinaan dan mendatangkan banyak keburukan dalam kehidupan manusia. Kemudian, semua musibah yang menimpah manusia dalam kehidupannya disebabkan perbuatannya sendiri. Dan khusus dosa syirik dapat menghapus semua pahala dari amal ibadah pelakunya dan tidak akan pernah mencium bau syurga.

Sifat Allah hanya dapat ditetapkan berdasarkan hadits-hadits Nabi yang marfu', yang perawinya disepakati dapat dipercaya. Jadi hadits dha'if dan hadits yang perawinya diperselisihkan tidak dapat dijadikan hujjah dalam masalah ini, ...