Sebanyak 177 item atau buku ditemukan

Rasa Cinta

Sebuah cangkir dan poci yang terbuat dari tanah liat kusandingkan bersama teh bubuk dan gula batu. Wangi melati perlahan menari di udara. Dalam setiap hirup kurasakan nyaman, dari tegukan demi tegukan yang melewari kerongkongan. Sedikit asam dan pahit berpadu dengan manis yang samar-samar. Kemudian, satu per satu rekaman cerita bermain dalam kepalaku. Terselip cerita lama yang harus kubuka kembali demi sebuah permintaan. **** Karena rasa mampu merekam cerita, dan setiap cerita mempunyai rasa. Rasa Cinta berisi kumpulan kisah yang dibalut analogi rasa. Sudut pandang dan cara bercerita 7 penulis dari latar belakang dan selera yang berbeda membuat ceritanya beragam. Mulai dari merasakan bika ambon yang serupa dengan kenangan manis masa lalu, nasi goreng khas buatan ibu yang selalu mengingatkan pada kasihnya, sampai secangkir teh poci yang mampu menggantikan hangat sebuah pelukan. Selamat mengecap rasa (ikon love). -Bukune- #EbookHearts

Terlambat....” Aku tersenyum kecil. Ibu memelukku erat. Ia mulai menangis. “
Kalau saja Ibu tidak pura-pura naif, kalau saja Ibu tidak terlalu khawatir dan
mengizinkanmu untuk memilih....” Isak Ibu menjadi makin kencang. “Ibu tidak
perlu minta ...

Teknik & Etik Profesi TV Presenter

Menjadi TV Presenter yang baik dan menarik tidak mudah. Oleh karena itu, buku ini perlu dibaca dan dipelajari oleh siapa saja yang berminat menjadi TV Presenter yang andal dan profesional. Isinya dapat dijadikan rujukan praktis dan sederhana, karena mengulas berbagai seni dan prinsip dasar bagaimana menjalankan profesi sebagai TV Presenter yang baik dan menarik sehingga apa yang dikomunikasikan dapat dipahami, disukai, dan dipercayai oleh khalayak pemirsa TV. (Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja, Ph.D. Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP UI, mantan Ketua KPI Pusat ) Buku Teknik & Etik Profesi TV Presenter hadir pada waktu yang amat tepat. Pertama, karena penulisnya adalah tokoh idola saya dan mungkin idola begitu banyak penonton serta pemirsa Televisi di masa kejayaan TV Publik (TVRI). Artinya, penulis buku menyampaikan pengalaman empirisnya yang benar-benar memesona pada saat itu. Bahkan tidak berlebihan saya menyatakan,kalaupun periode itu dipenuhi stasiun TV komersial seperti sekarang, penampilan Anita Rahman tetap akan menonjol. Jernih suaranya, tepat lantun nadanya, serta terlihat pas (dapat dibaca “etis”) pada setiap kesempatan. Kedua, buku ini memancing perbandingan, antara pengalaman dan hal-hal yang Anita Rahman usulkan, dengan kenyataan bagaimana para Presenter Televisi kita harus membawakan berita atau aneka acara dewasa ini : pada kasus terorisme, musibah tsunami, serangan kampanye negatif pilpres, pelecehan seksual anak dan sebagainya, Ketiga, buku ini diperkaya dengan aturan dan beberapa teori universal, plus kisah-kisah anekdotikal sebagai pelengkap sekaligus membuatnya menjadi mengalir. Terima kasih atas sumbangan signifikan antarmasa ini, yang akan memancing efek heuretik bagi para Presenter TV sekaligus ilmuwan lainnya. (Effendi Gazali, Ph.D., MPS ID, Peneliti Komunikasi Politik, UI dan Visiting Professor di Jeju National University Korea, alumnus Cornell University, NY, USA. & Radboud University, Nijmegen, the Netherlands) Seorang Presenter TV tidak hanya dituntut menguasai teknik presentasi, melainkan juga etik profesi sebagai wujud tanggung jawab kepada publik. Buku yang ditulis praktisi berpengalaman, seperti Ibu Anita Rahman ini patut diapresiasi karena akan memberi pengetahuan dan spirit yang bermanfaat bagi yang sedang dan akan menggeluti dunia Presenter Televisi. (Dr. Dadang Rahmat Hidayat, SH, S.Sos, M.Si. Ketua Departemen Jurnalistik Fikom Unpad, Bandung, mantan Ketua KPI Pusat) Anita Rahman, ikon yang lebih luas dari kotak televisi. Bahkan suaranya, untuk tidak mengatakan tarikan napasnya, dikenali masyarakat. Juga tatapan mata yang memberi garis bawah apa yang disuarakan. Kalau kini “si mata belok”, menurunkan ilmu dalam sebuah buku, itulah yang ditunggu. Sesungguhnya ini tradisi yang baik dari para suhu pertelevisian. (Arswendo Atmowiloto, Pengarang, Pengamat pertelevisian) Dalam profesi apa pun, pemahaman teknik dan etik menjadi hukum besi yang tak bisa ditawar. Apa lagi profesi TV Presenter yang menggunakan ranah publik. Pertanggungjawaban profesinya menjadi berlipat. Buku ini mengurai secara lengkap kedua dimensi tersebut. Contoh praktis dari pengalaman penulis yang mempunyai jejak rekam panjang di dunia penyiaran, menjadikan buku ini makin bernas. (S. Rahmat M., S.Si – Ketua Bidang Isi Siaran KPI Pusat)

Sasa Djuarsa Sendjaja, Ph.D. Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP UI, mantan Ketua KPI Pusat ) Buku Teknik & Etik Profesi TV Presenter hadir pada waktu yang amat tepat.