Sebanyak 200 item atau buku ditemukan

Catatan Kritis Terhadap Perluasan Kewenangan Mengadili Peradilan Tata Usana Negara

  • ISBN 13 : 9789793988818
  • ISBN 10 : 9789793988818
  • Judul : Catatan Kritis Terhadap Perluasan Kewenangan Mengadili Peradilan Tata Usana Negara
  • Pengarang : Tri Cahya Indra Permana,  
  • Kategori : Hukum Tata Usaha Negara
  • Penerbit : Genta Press
  • Klasifikasi : 342.06
  • Call Number : 342.06 TRI c
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : Cet ke-1
  • Penaklikan : viii.; 21 cm
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 118
  • Ketersediaan :
    0001.21801183
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801182
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801181
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801180
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801179
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801178
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801177
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801176
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801175
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801174
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Pendidikan Pesantren dan Perkembangan Sosial-Kemasyarakatan (Studi Atas Pemikiran K.H. Abdullah Syafi’ie)

Pesantren lembaga pendidikan yang tidak asing lagi di telinga ummatumat sebagai lembaga pendidikan yang telah berperan di tengah bangsa. Lembaga yang lahir jauh sebelum Indonesia mardekamerdeka. Kelahirannya dalam pandangan ilmuanilmuwan muslim telah eksis berabad silang yang didirikan dan dikembangkan oleh Walisongo, penyebar Islam yang berhasil di Nusantara dengan penyebaran yang persuasif dan damai. Lembaga pendidianpendidikan ini kemudian mengalami perkembangan sesuai dengan tuntutan zaman. Pesantren awalnya berbentuk Salafiyah berkembang menjadi Pesantren Moderen dan Pesanren Kombinasi. Pesantren Salafiyah santrinya belajar ilmu agama melalui kitab-kitab klasik; pesantren modern santrinya belajar ilmu agama dan non agama melalui kitab-kitab post klasik, lalu pesantren kombinasi di dalamnya didirikan sekolah formal, santri belajar agama melaluikmelalui kitab klasik setelah mereka belajar di sekolah formal di waktu sore atau malam hari. Pesantren melalui tuntutan zaman selalu mengalami perubahan, apakah itu zaman pertanian, zaman industri dan zaman yang maju sekarang ini. Suatu zaman di mana manusia sebelumnya lebih banyak mengunakanmenggunakan otot, kemudian beralih lebih banyak menggunkanmenggunakan otak, dari zaman yang serba lambat berubah menjadi serba cepat. Untuk menunjang hidupnya lebih banyak mengandalkan kekuatan di luar dirinya, lalu beralih mengandalkan potensi dirinya. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri manusia dan bagaimana meresponmerespons perkembangan yang ada, inilah yang hendak di bangun di pendidikan pesantren.

Pada masa ini masyarakat Muslim sulit sekali untuk tetap mempertahankan iman
dan mengembangkan agama Islam. Para da'i mengembangkan agama Islam
melalui masjid maupun lembaga lainnya. Mereka melaksanakan tradisi Islam ...

Membangun Pariwisata dari Bawah

Terminologi desa wisata (tourism village) jarang ditemukan di dalam literature. Para ahli mengakui kebingungan mengartikannya dengan mengaitkan sejumlah aktivitas pariwisata yang berkembang di daerah pedesaan (Parekh, 2010; Page dan Getz, 1997:4). Desa wisata dapat diartikan sebagai desa secara sengaja dibangun – atau secara alami memiliki kemampuan – untuk menarik kunjungan wisatawan karena ketersediaan potensi atraksi alam dan budayanya. Konsep yang digunakan perencana pembangunan pariwisata pedesaan di Indonesia adalah bahwa desa wisata merupakan “bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tradisi setempat” (Republik Indonesia, 2009) Definisi operasional ini digunakan sebagai basis kebijakan pengembangan pariwisata perdesaan di Indonesia. Oleh sebab itu di dalam tulisan ini terminologi desa wisata dimaknai sama dengan pariwisata perdesaan (rural tourism). Dibandingkan dengan konsep desa wisata, konsep pariwisata perdesaan sendiri lebih sering ditemukan di dalam berbagai publikasi ilmiah (Youell, 1996;Page dan Getz, 1997;Kuvacic, et.al, 2010; Chuang, 2010). Namun demikian secara subtansial tidak terlihat perbedaan yang siginifkan antar keduanya. Chuang (2010:1313) dan Kuvacic, et.al, (2010: 1648) merangkum pendapat beberapa ahli dan lalu memaknai pariwisata perdesaan dengan menunjukkan suatu lingkungan geografis tempat terjadi/berlangsungnya aktivitas pariwisata dan karakteristik asli berupa budaya tradisional, budaya pertanian, lanskap pedalaman dan gaya hidup sederhana. Konteks ruang (space) menjadi penting untuk memosisikan aktivitas dan implikasi perkembangan pariwisata perdesaan. Ahli lain mengartikan “rural tourism is one of the forms of sustainable development that through promoting productivity in rural zones, brings about employment, income distribution, preservation of village environment and lokal culture, raising host community’s participation and presenting appreciate methods to conform beliefs and traditional values with new circumstances” Youell (1996: 136). Rural tourism adalah bentuk alternative pariwisata yang mampu menyumbang perubahan-perubahan positif terhadap sumberdaya social, ekonomi dan budaya di daerah perdesaaan.

Rural tourism adalah bentuk alternatif pariwisata yang mampu menyumbang
perubahan-perubahan positif terhadap sumber daya sosial, ekonomi, dan
budaya di ... Proyek PNPM Perdesaan Krisis ekonomi dan politik yang drastis
terjadi di Indonesia dalam 15 tahun terakhir. Salah satu akibatnya dapat diamati
dalam bentuk perubahan sistem politik dari sistem otoriter ke demokrasi (
Winarno, 2008).

Teori dan proses kebijakan publik

Theory and practice of public policy in Indonesia.

Theory and practice of public policy in Indonesia.

Akuntansi Manajemen Berbasis Desain

Dalam sebuah bisnis, uang sudah dianggap lebih dari sekadar darah kehidupannya. Faktor uang selain digunakan sebagai “tujuan berbisnis”, misalnya mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, secepat-cepatnya, dan selanggeng-langgengnya, uang juga digunakan sebagai indikator “sehat-tidak-sehatnya” kondisi bisnis serta sebagai indikator “benar-tidaknya” sebuah bisnis. Buku ini disusun dengan maksud memberikan tools bagi manajer dalam menggunakan informasi terkait uang untuk justifikasi pengambilan keputusan terkait bisnis. Dalam buku ini dipilih pendekatan desain dengan pertimbangan justifikasi tentang ketepatan sebuah keputusan bisnis sangat dipengaruhi oleh model bisnis yang dipilih atau dijalani. Lebih lanjut, pengambilan pendekatan desain juga didukung oleh kenyataan bahwa bidang akuntansi manajemen lebih fokus pada asas manfaat dan efektivitas dalam mendukung pengambilan keputusan—tidak seperti dalam bidang akuntansi keuangan yang sifatnya sangat formal dan standar. [UGM Press, UGM, Gadjah Mada University Press]

Dalam sebuah bisnis, uang sudah dianggap lebih dari sekadar darah kehidupannya.

Akuntansi Manajemen Berbasis Desain

Dalam buku ini dipilih pendekatan desain dengan pertimbangan justifikasi tentang ketepatan sebuah keputusan bisnis sangat dipengaruhi oleh model bisnis yang dipilih atau dijalani. Lebih lanjut, pengambilan pendekatan desain juga didukung oleh kenyataan bahwa bidang akuntansi manajemen lebih fokus pada asas manfaat dan efektivitas dalam mendukung pengambilan keputusan—tidak seperti dalam bidang akuntansi keuangan yang sifatnya sangat formal dan standar.

Adanya kepemilikan institusional di suatu perusahaan akan mendorong
peningkatan pengawasan agar lebih optimal terhadap kinerja manajemen,
karena kepemilikan saham mewakili suatu sumber kekuasaan yang dapat
digunakan untuk mendukung atau sebaliknya terhadap kinerja manajemen.
Pengawasan yang dilakukan oleh investor institusional sangat bergantung pada
besarnya investasi yang dilakukan. Peran utama pemilik terkait pengembangan
produk adalah ...