Konseling menempati posisi penting dan memiliki peran besar dalam kehidupan gereja. Peliknya masalah kehidupan yang dihadapi oleh umat menuntut kemampuan gereja untuk menghadiri para konselor yang berkompeten. Namun, tugas ini tidak mungkin di emban oleh gembala semata. Segenap umat harus turut terlibat dalam pelayanan pentng tersebut. Buku ini berusaha menolong pembaca untuk dapat menggambarkan tentang konseling pastoral. Buku ini menguraikan secara sistematis tentang: Bab 1 Konseling dan Pastoral Bab 2 Konselor Bab 3 Pelayanan Pastoral dalam Pengembalaan Bab 4 Psikologi Pemeriksaan Untuk Anak Dan Dewasa Bab 5 Konseling Pra-Nikah Bab 6 Konseling Pengayaan dan Krisis Keluarga Bab 7 Konseling Perceraian Dan Menikah Kembali Bab 8 Konseling Lanjut Usia Bab 9 Terapi Bercerita Bab 10 Konseling Bagi Penderita Narkoba dan Alkohol Bab 11 Konseling Bagi Orang Sakit
The Association for Spiritual, Ethical and Religious Values in Counseling (ASERVIC) merumuskan kompetensi dasar yang harus dikuasai ... Setiap konselor harus memiliki sudut pandang yang jelas mengenai dimensi spiritual dan religius, ...
Filsafat dapat didefinisikan sebagai refleksi rasional, kritis, dan radikal mengenai hal-hal mendasar dalam kehidupan. Refleksi rasional merupakan perenungan ilmiah yang tidak bersandar pada rasio atau akal dan penalaran. Filsafat merupakan “seni bertanya”, mempertanyakan apa pun tanpa tabu, mempertanyakan tentang apa yang ada (being) maupun yang mungkin ada, sehingga filsafat kerap juga disebut berpikir spekulatif. Pertanyaan yang diajukan filsafat memiliki ciri khas yang mendalam (radikal). Kedalaman pertanyaan inilah yang menjadi distingsi antara filsafat dengan ilmu pengetahuan. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Pertanyaan yang diajukan filsafat memiliki ciri khas yang mendalam (radikal). Kedalaman pertanyaan inilah yang menjadi distingsi antara filsafat dengan ilmu pengetahuan. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup