Sebanyak 58 item atau buku ditemukan

Pengantar Akidah Akhlak dan Pembelajarannya

Buku ini ditulis sebagai panduan mata kuliah Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya. Buku merangkum tiga topik besar. Materi pertama membahas Dasar-Dasar Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya. Materi tersebut merupakan materi pembuka dimana kita tahu apa sebenarnya Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya itu. Materi ini diintegrasi-interkoneksikan antar keilmuan yaitu keilmuan metodologi studi Islam yang merupakan dasar berbagai cabang keilmuan dalam studi Islam. Melalui pemahaman terhadap metodologi studi Islam yang kuat, maka pemahaman terhadap Aqidah Akhlak juga diharapkan pemahaman yang santun dan toleran serta tidak menimbulkan truth claim. Materi kedua adalah Pembelajaran Aqidah Akhlak dengan Pendekatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Materi ini mengajak pembaca untuk belajar bagaimana membelajarkan Aqidah Akhlak di era yang serba teknologi dan di era pengembangan penyebaran karya ilmiah secara terbuka dan mendunia. Kemudian materi yang ketiga yaitu Langkah-langkah Menulis Artikel Jurnal Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya. Pada bagian ini terdapat step by step contoh atau panduan bagaimana menulis sebuah artikel jurnal dalam keilmuan Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya.

berbagai hal yang berkaitan dengan agama Islam, baik berkaitan dengan ajaran,
sejarah ataupun praktik-praktik pelaksanaannya secara konkrit dalam kehidupan
sehari-hari sepanjang sejarah peradabannya.9 Studi Islam atau usaha ...

Edutainment Pendidikan Anak Usia Dini

Menciptakan Pembelajaran Menarik, Kreatif dan Menyenangkan

Kini, istilah edutainment dalam dunia pendidikan tidak asing lagi, utamanya pada pendidikan anak usia dini (PAUD) atau prasekolah. Konsep edutainment menawarkan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menarik, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Konsep dan metode edutainment ialah menciptakan suasana pembelajaran di mana anak didik dibuat senyaman mungkin dan senang terhadap apa yang diajarkan oleh sang guru (pengajar). Berbagai penelitian mutakhir menunjukkan, bilamana anak didik dan berada dalam suasana yang menyenangkan saat proses pembelajaran berlangsung, maka si anak didik akan lebih cepat atau mudah dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan. Karena itu, pembelajaran berbasis edutainment sangat diperlukan, terutama pendidikan anak usia dini (PAUD) atau prasekolah. Buku Persembahan Penerbit PrenadaMedia -Kencana-

Kini, istilah edutainment dalam dunia pendidikan tidak asing lagi, utamanya pada pendidikan anak usia dini (PAUD) atau prasekolah.

Pendidikan Seks Perspektif Terapi Sufistik Bagi LGBT

Di awal tahun 2016 Lesbian, Gay, Bisekual dan Transgender (LGBT) kembali mencuat dikampanyekan di Indonesia semenjak artis kondang Indra Bekti dan Syaiful Jamil tertuduh melakukan kekerasan seksual sesama jenis. Tampilnya kaum LGBT, yang semula lebih dikesankan sebagai bentuk aktivitas seksual secara tertutup dan rahasia kini dipopulerkan di Indonesia. Ketertutupan perilaku seksual tersebut disebabkan kaum LGBT ditengah masyarakat masih dianggap minoritas dan kerap kali memperoleh perlakuan diskriminatif baik dalam lingkungan keluarga, agama, masyarakat serta berbagai sudut kehidupan lainnya. Sikap diskriminatif ini diterima dengan berbagai bentuk pelecehan, cemoohan, penghinaan, bahkan kekerasan dari lingkungan sekitarnya baik kekerasan yang bersifat fisik dan mental sebagai akibat mereka menjalani hidup penuh dengan perbedaan khususnya orientasi seksual yang tidak sesuai fitrah manusia pada umumnya. Stigma negatif terhadap LGBT, selanjutnya disebut Same-Seks Atraction (SSA) pada akhirnya mendorong sebagian besar dari mereka cenderung menutupi orientasi seksualnya. Seperti pada kasus seorang pria SSA yang menikahi seorang perempuan tunarungu atau tunanetra semata-mata hanya untuk menutupi orientasi seksual dirinya. Semua itu dilakukan agar tetap memperoleh status terhormat dalam kehidupan masyarakat. Namun pada akhirnya pria tersebut tetap berhubungan dengan kekasih prianya dan melakukan banyak kekerasan psikologis pada istrinya yang cacat fisik tersebut. Secara akumulatif kaum SSA dalam setiap tahunnya semakin bertambah banyak. Berdasarkan hasil survey Kementerian Kesehatan di 13 kota di Indonesia yang dilakukan semenjak tahun 2009 hingga 2013, tercatat pria yang bercinta dengan sesama jenis meningkat drastis yakni dari 7% menjadi 12,8%. Sehingga dari data tersebut kaum SSA mengalami kenaikan secara total sejumlah 83%. Dalam survei tersebut, jumlah laki-laki yang melakukan seks dengan laki-laki juga meningkat dari 5,3 % menjadi 12,4 % atau sekitar 134 persen.[4] Seiring dengan peningkatan jumlah kaum SSA serta komunitas yang menaunginya menjadikan kaum SSA semenjak level usia pelajar SMP, SMA, mahasiswa hingga kaum dewasa berani tampil secara percaya diri diberbagai media informasi. Tampilnya komunitas ini bukan sekedar menunjukan jati diri dan orientasi seks yang berbeda dengan manusia pada umumnya secara utuh. Namun tampilnya kaum SSA di tanah air secara menyeluruh ingin memperoleh kesamaan hak sebagai warga negara sekaligus menuntut pemerintah untuk mengakui sekaligus melegalkan perkawinan sesama jenis. Tuntutan tersebut disebabkan anggapan mereka bahwa orientasi seks yang berbeda menjadi bagian dari hak asasi manusia (HAM) dan tercatat lebih dari 20 negara di dunia telah mengesahkan pernikahan sejenis ini. Bahkan di negeri Paman Sam tepatnya 4 Juli 2015 menjadi perayaan kemerdekaan dan kemenangan bagi kaum SSA atas disyahkannya pernikahan sejenis. Pasalnya, 26 Juni sebelumnya Supreme Court Amerika Serikat memutuskan bahwa perkawinan sejenis telah disyahkan oleh konstitusi Amerika sebagaimana disampaikan Hakim Agung Kennedy: they ask for equal dignity in the eyes of the law, the constitution grants them that rights. Lahirnya pengesahan tersebut tentunya disambut gembira ria oleh ribuan kaum SSA.

Di awal tahun 2016 Lesbian, Gay, Bisekual dan Transgender (LGBT) kembali mencuat dikampanyekan di Indonesia semenjak artis kondang Indra Bekti dan Syaiful Jamil tertuduh melakukan kekerasan seksual sesama jenis.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN di Perguruan Tinggi

Pertama dan utama, penulis memanjatkan puji sukur kehadirat Allah SWT, serta shalawat dan salam kepada Nabi tercinta Muhammad SAW. Dimana atas inayah-nya dan berkah Nabi-nya penulis dapat menyelesaikan buku ini meskipun dengan segala kekurangannya. Buku ini adalah buku penulis yang secara khusus bicarakan tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang diperkayakan dengan tulisan lain dalam bidang pendidikan. melihat isi buku, penulis memberikan nama karya dengan judul “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Diperguruan Tinggi”. Buku ini berisi tentang bahan ajar yang akan diajarkan diperguruan tinggi dengan kajian-kajian sebagai berikut, Meberikan Pemahaman Tentang dan Hakikat isi Pancasila Sebagai Falsafah Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, UUD 1945 dan GBHN dan Pembentukan Karakter Sehingga dapat diamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari. Pada akhirnya atas selesainya penulisan buku ini penulis mengucapkan terimakasih kepada suami/istri tercinta yang banyak memberikan supor dalam penyelesaian buku ini. dan demikian pula ucapan terimakasih kepada teman-teman lain yang tidak mungkin penuliskan sebutkan satu persatu disini telah membantu penulisan dalam penyelesaian buku ini.

Pertama dan utama, penulis memanjatkan puji sukur kehadirat Allah SWT, serta shalawat dan salam kepada Nabi tercinta Muhammad SAW.

Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum

Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa serta mayoritas penduduk di Indonesia adalah beragama Islam. Namun pendidikan agama (juga Pendidikan Agama Islam) di lembaga pendidikan umum termasuk pada Perguruan Tinggi Umum belum terdapat posisi yang diharapkan oleh sebagian kalangan. Hal ini terutama dalam sistem pembelajarannya, legitimasi dari lingkungan kampus, dan porsi jam mata kuliahnya. Walaupun tak dipungkiri adakala ditemui fasilitas dan berbagai kegiatan keagamaan Islam di kampus PTU. Misalnya tersedianya Masjid, laboratorium PAI, buku bernuansa agama Islam, ekstrakurikuler (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bernuansa Islam, dan diadakan kegiatan keagamaan seperti pengajian. Ataupun bentuk kegiatan ilmiah dan formal yang bernuansa Islam, salah satu contohnya diadakan pembekalan keagamaan bagi mahasiswa baru saat dilaksanakan proses orientasi (OSPEK).

Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa serta mayoritas penduduk di Indonesia adalah beragama Islam.

Mengenal Ilmu Qiraat

Diandra Kreatif

... Al-Qahirah, 1999 'Abdul Fattah Al-Qadli, Al-Wafi Fi Syarh Asy-Syathibiyyah,
Dâr As-Salām, Al-Qahirah, 2009 'Aliyullah bin'Ali Abul Wafa, Al-Qaul As-Sadid Fi
Ilmi AtTajwid, Dâr Al-Wafa, 2003 Alwi bin Abas, Faid/Al-Khabir Wa Khulashah At-
Taqrin, Maktabah Al-Hidayah, Surabaya 1960 Abu Muhammad Shafwat Az-Zaini,
Al-Bayan As-Sadid Fi Ahkam Al-Qira'at Wa At-Tajwid, Dâr Al-Hadits, AlQahirah,
2005 Muhammad Abdul Adhim Az-Zarqani, Manahi/Al-'Irfan, Dâr Al-Fikri, Al-
Azhar, ...

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multietnik

Buku ini memaparkan tentang keunikan kondisi suatu sekolah dengan keragaman etnik dan budaya, namun dibalut dengan toleransi yang tinggi terhadap seluruh anggota warga sekolah sehingga menghasilkan proses pendidikan yang nyaman dan lingkungan yang harmonis serta keberhasilan dalam pendidikan agama Islam yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. #Pembelajaran #Pendidikan #Agama #Islam #Berbasis #Multietnik #Mahfud #Abdul #Mujib #Agus #Kurniawan #Yuyun #Yunita #Deepublish

masih butuh objek kegiatan. Sedangkan pengertian Pengamalan Agama Islam
menurut Hasby Ash Shiddieqy yaitu segala taat yang dikerjakan untuk mencapai
keridhaan Allah dan mengharap pahala-Nya di akhirat.25 Menurut kamus istilah
fiqih, ibadah yaitu memperhambakan diri kepada Allah dengan taat
melaksanakan segala perintahnya dan anjurannya, serta menjauhi segala
larangan-Nya karena Allah semata, baik dalam bentuk kepercayaan, perkataan
maupun perbuatan.