Buku ini adalah buku yang ditulis oleh Tim Pengajar Tahsin Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah yang merupakan hasil dari pengkajian, analisa dan perbandingan yang mendalam dari beberapa kitab tajwid, sehingga menghasilkan kitab yang mudah dan praktis untuk dipelajari, dengan demikian setiap orang yang ingin belajar melalui kitab ini, dan bersama guru yang mumpuni, akan dapat secara langsung mempelajarinya dan mendalami seni membaca Al-Qur’an dengan benar.
Buku ini adalah buku yang ditulis oleh Tim Pengajar Tahsin Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah yang merupakan hasil dari pengkajian, analisa dan perbandingan yang mendalam dari beberapa kitab tajwid, sehingga menghasilkan kitab yang mudah ...
Lelaki Senja Terakhir (The Last Old Man) adalah novel yang didedikasikan untuk pekerja medis yang menjadi korban akibat wabah virus yang melanda dunia. Pandemi yang menelan korban lebih dari 500 ribu jiwa menimbulkan penderitaan yang berimplikasi pada seluruh kehidupan manusia. Pekerja medis baik dokter, tenaga kesehatan, perawat dan sebagainya adalah garda terdepan dalam menghadapi ancaman ini. Berlatar belakang aktivitas jurnalis televisi yang mencari tahu apa dan bagaimana di balik wabah virus ini. Seorang profesor berusia senja menutup mata bersama puluhan dokter dan perawat karena derasnya serangan wabah. Perjuangan mereka tertutup dengan jiwa-jiwa yang kembali ke haribaanNya. Kepada Tuhan kita berserah diri, kepadaNya pula kita memohon pertolongan.
Demikian isi pesan dari si sopir taksi online. Aku pun membalasnya. “Baik, saya segera ke sana.” Kuala Lumpur baru saja diguyur gerimis. Aroma khas air hujan menyeruak di jalanan. Rintik-rintik air membuat aspal hitam tampak berkilau ...
Lelaki Senja Terakhir (The Last Old Man) adalah novel yang didedikasikan untuk pekerja medis yang menjadi korban akibat wabah virus yang melanda dunia. Pandemi yang menelan korban lebih dari 500 ribu jiwa menimbulkan penderitaan yang berimplikasi pada seluruh kehidupan manusia. Pekerja medis baik dokter, tenaga kesehatan, perawat dan sebagainya adalah garda terdepan dalam menghadapi ancaman ini. Berlatar belakang aktivitas jurnalis televisi yang mencari tahu apa dan bagaimana di balik wabah virus ini. Seorang profesor berusia senja menutup mata bersama puluhan dokter dan perawat karena derasnya serangan wabah. Perjuangan mereka tertutup dengan jiwa-jiwa yang kembali ke haribaanNya. Kepada Tuhan kita berserah diri, kepadaNya pula kita memohon pertolongan.
“Barusan saya membaca di media online, ternyata banyak dokter dan tenaga kesehatan yang tidak mendapatkan alat pelindung diri yang memadai. Mereka bekerja tanpa fasilitas memadai,” katanya. “Wah, menarik info itu.