Sebanyak 385 item atau buku ditemukan

60 Tahun Jimly Asshiddiqie: Menurut Para Sahabat

Seorang Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie. Perjalanan dan pengalaman ahli Tata Negara Indonesia selama lebih dari 30 tahun di berbagai tugas kenegaraan dan jabatan publik, pendidikan dan organisasi kemasyarakatan begitu panjang, sehingga tidak heran kalau begitu banyak pula tokoh Indonesia yang mengirim tulisannya untuk dimuat di buku ini. Tetapi bukan pula sedikit banyaknya tulisan atau kepopuleran menjadi landasan orang itu disebut tokoh atau pemimpin. Demikianlah, seorang tokoh baru dapat disebut pemimpin ketika orang mengakuinya sebagai orang yang telah teruji. Mereka adalah sejumlah kecil orang istimewa yang berhasil tampil ke depan, sebagai perintis, pelopor, ahli piker dan organisatoris. Walau pun jumlahnya kecil tetapi menentukan arah keadaban dan kemajuan rakyat, bangsa, dan Negara. Sebagian besar pandangan, dan komentar para tokoh nasional yang tersaji dalam buku ini, umumnya melihat sosok Prof. Jimly sebagai tokoh pemikir yang memiliki akar kepemimpinan yang bersumber pada kekuatan budaya intelektualisme. Akar intelektualisme Jimly dimanifestasikan dalam realitas pengabdian pada struktur kenegaraan yang dikembangkan menjadi lebih dinamis dan progresif. Terdapat begitu banyak gerakan intelektualisme Prof. Jimly untuk membongkar struktur pemikiran dari proseduralistik menjadi lebih substantif dengan tujuan dapat bekerjanya sistem norma hukum, norma etika, dan norma agama secara serasi, selaras, dan saling menopang. Sedikit tokoh istimewa yang sekarang ini ada di Indonesia, salah satunya adalah Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. Pria yang mudah membangun komunikasi, jangkauan pandangan yang luas, pendidikan yang sangat memadai, dan ditambah sifat pantang runtuhnya menghadapi tantangan hidup ini, telah malang melintang berada di struktur kekuasaan. Selama menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, banyak melakukan gebrakan positif, di antaranya mempelopori peradilan etika yang diselenggarakan secara terbuka. Sosok dan kiprah Prof. Jimly dalam mengawal konstitusi dan aktivitasnya dalam penyelenggaraan pemilu berintegritas menjadi daya tarik tersendiri dari para koleganya untuk berkomentar.

Sebutlah misalnya dalam seminar internasional “Mukjizat Alquran dan Assunnah
tentang IPTEK” kerjasama ICMI - Rabithah Alam Islamy dan pembentukan
International Federation Human Resources Development (IFTIHAR). Saya
selaku ...

Psikologi Kematian

Membahas soal kematian bisa menimbulkan sebuah pemberontakan yang menyimpan kepedihan dalam setiap jiwa manusia; yaitu kesadaran dan keyakinan bahwa mati pasti akan tiba serta punahlah semua yang dicintai dan dinikmati dalam hidup ini. Kesadaran ini lalu memunculkan sebuah protes berupa penolakan bahwa masing-masing kita tidak mau mati. Setiap orang berusaha menghindari semua jalan yang mendekatkan ke pintu kematian. Buku ini juga telah meruntuhkan bayang-bayang kematian yang amat menakutkan itu. Ternyata, seperti dijelaskan buku ini, kematian adalah sesuatu yang indah. Menyelami lautan hakikatnya membuat hidup kita semakin optimis. [Mizan, Hikmah, Novel, Indonesia]

Kesadaran ini menghentakkan kesadaranku melalui perilaku burung beo yang
saya pelihara di rumah. Sudah dua tahun saya memelihara burung beo. Dia
saya beli di pasar burung di dekat Blok M. Nyanyiannya dan sekian macam
celotehnya sungguh sangat menghibur. Para tamu sering kali terkecoh dengan
suara salamnya, persis seperti suara anak santri ketika mengucapkan: assalamu
alaikum. Agar gerakannya lebih leluasa, maka saya belikan sangkar yang
lumayan besar.

Al-Islam Studi Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tarbawi)

Ilmu sudah menjadi kata Indonesia sehari-hari, Dalam bahasa Jawa juga dikenal dengan istilah ngelmu. Keduannya berasal dari kata yang sama, ilm kata yang berasal dari bahasa Arab. Dalam pengertian seharihari, yang pertama berkaitan dengan pengetahuan umum, sedangkan yang kedua dengan soal-soal kebatinan. Tapi, apakah “ilmu” yang padanannya dalam bahasa Inggris adalah science, dalam bahasa Jerman wissenschaft dan dalam bahasa Belanda wetenschaf itu? Jawabannya ternyata tidak satu. Pada umumnya, ilmu didefinisikan sebagai jenis pengetahuan, tapi bukan sebarang pengetahuan, melainkan pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tententu berdasarkan kesepakatan di antara para ilmuan. Ilmu ini pada umumnya dibagi menjadi tiga bidang: ilmu-ilmu pasti dan alam, ilmu-ilmu sosial, dan humaniora. Di antara ketiganya, yang benarbenar diakui paling “ilmiah” atau benar-benar science adalah yang pertama, walaupun dalam tradisi Jerman umpamanya, yang disebut wissenschaft termasuk juga sastra dan sejarah. Pandangan di atas tampak juga di Indonesia. Sebagian orang, terutama dari kalangan ilmu-ilmu eksakta dari ITB dan IPB, karena tidak puas dengan terjemahan yang ada, menerjemahkan science dengan “sains” dan bukannya “ilmu pengetahuan” seperti yang lazim berlaku.

Dan tugas kedua yang dicerminkan dalam hadits ini adalah untuk mengajarkan
akhlak yang baik. Pendidik diharuskan untuk memiliki kepribadian yang baik,
agar anak didiknya akan mencontoh sifatnya dan tugas ini juga sangat sesuai
dengan hadits Rasulullah yang artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk
menyempurnakan akhlak (tingkah laku).” Tingkah laku juga menjadi cerminan
atau tolok ukur bagi manusia. Karena manusia yang sempurna adalah manusia
yang taat ...

Lembar Belajar Tematik Matematika

Nasar , Supriyadi, Fransiska Susilawati, Ahmad Lubab Hidayat, Gustaman
Saragih. kata pengantar Sejalan dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007
tentang Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, pembelajaran di
kelas ...