Menarik menyimak bacaan dan cerita tentang literasi dari orang-orang yang kini banyak memberikan manfaat kepada masyarakat. Mereka berkisah tentang berbagai macam buku bacaan yang sudah mereka tekuni sejak kecil. Tak semudah sekarang, mereka membaca buku saat pasokan buku di tanah air sangat minim. Atau buku yang mereka gemari ternyata masuk dalam daftar buku terlarang oleh pemerintah. Tetapi mereka masih bandel membaca meski dalam kegelapan di balik selimut dengan penerangan lampu sorot atau senter. ADHE MA’RUF: Catatan si Petualang ARIEF SANTOSA: Bahasa Koran yang Sastrawi ATMAKUSUMAH ASTRAATMADJA: Menanam Kultur Membaca dalam Keluarga BINHAD NURROHMAT: Jangan Berangus Kreativitas Penulis! BONDAN NUSANTARA: Ketoprak sebagai Siasat Politik Budaya FARID GABAN: Kekayaan Saya adalah Kesehatan dan Buku GALAM ZULKIFLI: Seniman yang Membaca GUNTUR CAHYO UTOMO: Dari Buku ke Sepakbola HALIM HADE: Banyak Baca, Banyak Jaringan IMAN BUDHI SANTOSA: Kembali ke Asal M. MUKHTASAR SYAMSUDDIN: Berfilsafat Itu Berpikir, Berpikir Itu Bekerja NANANG R. HIDAYAT: Kesendirian Nanang, Kesunyian Garuda SAUT SITUMORANG: Membaca Sastra Secara Ilmiah SUTRISNO MURTIYOSO: Menjadi Indonesia Lewat Arsitektur TRI AGUS SUSANTO: Di Antara Guus Hiddink, Gus Dur, dan Gusmao Buku Persembahan Penerbit Radio Buku Yayasan Indonesia Buku
Sri Rahayu. BAB. 2: MUHAMMAD. AZIM. Matahari. pagi menumpahkan sinar di
permukaan tasik biru yang tenang. Seorang pemuda sedang berdiri menghadap
tasik bekas lombong yang kini menjadi tarikan sebuah taman rekreasi tempat ...
"Kapal generasi ialah pesawat pengembara angkasa lepas yang berupaya untuk mengembara merentasi jarak yang amat jauh ..." "Rasional pembinaan kapal generasi ialah untuk menyelamatkan keturunan manusia agar dapat membina tamadun di tempat lain dalam alam semesta ini apabila bumi mengalami malapetaka ataupun membina koloni manusia di planet lain atas nama eksplorasi dan sains." Sayembara Fiksyen Sains dan Teknologi UTM-Kumpulan Utusan merupakan manifestasi iltizam membenihi minda kreatif bagi memanipulasikan daya cipta dan menghilirkan inovasi. Sebagai wadah stimuli, sayembara ini menguja penerokaan wilayah sains dan teknologi dengan radas seni susastera.
Justru dengan adanya konflik ke- jiwaan itu penikmat menjadi semakin
bersimpati pada tokoh Hartati. Hartati II sebagai antagonis kemudian melebur
dalam Hartati 1, dan sementara itu ia berhadapan dengan sumber konflik lain:
pilihan ...