Sebanyak 58 item atau buku ditemukan

Perantara Terkabulnya Do'a (Tawassul)

Setiap dari kita tentu selalu berharap doanya dikabulkan oleh Allah dan segala keinginannya dalam kehidupan ini bisa terwujud. Namun tidak semua orang mengetahui perantara-perantara yang baik yang dapat mewujudkan semua itu? Apalagi tidak sedikit orang yang sudah gelap mata, memanfaatkan segala ambisi dan keinginannya, seperti mendatangi dukun, tukang ramal, benda-benda kramat, kuburan dan tempat-tempat mistis lainnya. Tanpa sadar mereka telah terjatuh di dalam lubang kemusyrikan dan bid'ah yang terselubung. Tatkala dinasehati mereka selalu beralasan, "Kami tidak menyembah mereka, justru yang kami lakukan ini adalah supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Maka orang yang beriman kepada Allah akan berkata kepada mereka, "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, mereka itu tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya." Bahkan Allah telah memperingatkan mereka, "Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi mamfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Yunus: 106) -Akbar Media-

... Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Utsaimin, Syaikh Muhammad bin Shalih
Perantara Terkabulnya Doa : Tawassul / Penerjemah: Fauzan Abadi & R
Fidayanto / Penyunting: Muhammad Hirdhan Makesen / Penerbit: AKBAR MEDIA
EKA ...

Sujud Sahwi, Sujud karena Lupa dalam Shalat

Lupa adalah kondisi yang sering kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari, tak terkecuali dalam ibadah kita kepada Allah seperti shalat. Apabila seorang muslim mengerjakannya dengan benar ia akan memperoleh pahala dan ganjaran serta terbebas dari kewajiban. Namun bila ia lupa mengerjakan rukun-rukunnya maka diwajibkan baginya mengerjakan sujud sahwi, yaitu sujud karena lupa untuk menutupi kekosongan yang ditinggalkannya tadi karena lupa. Sayangnya, banyak kaum muslimin yang tidak mengerti persoalan-persoalan shalat, khususnya persoalan-persoalan mengenai sujud sahwi. Oleh karena itu, buku ini dihadirkan sebagai panduan dan bimbingan bagi umat Islam dimanapun berada agar bisa melaksanakan shalat yang sesuai sunnah Nabi terutama ketika ditimpa kelupaan dalam shalat. -Akbarmedia-

DR Abdullah bin Muhammad at-Thayyar/Penerjemah: Sardinal Lc./Editor: Nadhil
Lc./Proofreader: Muhammad Hirdhan Makesen/Penerbit: Akbar Media Eka
Sarana, 2012 14 x 21 cm, xii + 142 hlm. Judul Asli : ISBN : 978-602-9215-15-1
Judul ...

Mukaddimah Ibnu Khaldun

Tak banyak tokoh yang memiliki penguasaan ilmu pengetahuan multidisipliner seperti Al-Allamah Ibnu Khaldun. Ini ditunjukkan oleh karya-karyanya, antara lain: Kitab Al-'lbar, wa Diwan Al-Mubtada' wa Al-Khabar, fi Ayyam Al-Arab wa Al-Ajam wa Al- Barbar, wa man Asharuhum min dzawi As-Sulthani Al-Akbar (Kitab Pelajaran dan Arsip Sejarah Zaman Permulaan dan Zaman Akhir yang Mencakup Peristiwa Politik tentang Orang-orang Arab, Non-Arab, dan Barbar, serta Raja-raja Besar yang Semasa dengan Mereka), yang kemudian dikenal dengan nama kitab Al-'lbar. Uniknya, pengantar kitab inilah yang justru lebih dikenal luas daripada buku aslinya. Buku pengantar yang berjudul Mukaddimah ini menjadikan nama Ibnu Khaldun begitu harum. Buku Mukaddimah yang kini berada di tangan pembaca ini menjadi bukti terpenting betapa piawainya Ibnu Khaldun dalam berbagai lapangan ilmu pengetahuan. Keahliannya dalam sosiologi, filsafat, ekonomi, politik, dan budaya, tampak jelas dalam buku ini. Pada saat yang sama, Ibnu Khaldun juga tampak sangat menguasai ilmu-ilmu keislaman, saat menguraikan tentang ilmu hadits, fiqh, ushul fiqh, dan lainnya. Salah satu teorinya tentang ekonomi, apa yang disebut dengan "Model Dinamika". Teori tersebut memberikan pandangan jelas bahwa semua faktor-faktor dinamika sosial, moral, politik, dan ekonomi meski berbeda, tapi saling berhubungan satu dengan yang lainnya bagi kemajuan maupun kemunduran pemerintahan dan masyarakat dalam sebuah wilayah atau negara. Selain itu, Ibnu Khaldun juga telah menyumbangkan pemikiran tentang teori produksi, teori nilai, teori pemasaran, dan teori siklus yang dipadu menjadi teori ekonomi umum yang koheren yang disusun dalam kerangka sejarah. Dalam soal politik, Ibnu Khaldun mengetengahkan teori tentang ashabiyah sebagai perekat hubungan politik antarwarga dalam sebuah negara. Dengan keluasan wawasan ini, wajar jika banyak ilmuwan yang menulis tentang sosok Ibnu Khaldun, antara lain: Spengler yang menulis Economic Thought of Islam: Ibnu Khaldun, Ahmad Ali menulis Economics oflbn Khaldun-A Selection, T.B. Irving menulis Ibn Khaldun on Agriculture, dan masih banyak lagi literatur lainnya. Semoga bermanfaat. -pustaka al-kautsar-

Bukti dari pernyataan kami ini adalah bahwa jika memang eksistensi kimia benar
sebagaimana yang diklaim para filosof yang banyak membicarakannya seperti
Jabir bin Hayyan, Maslamah bin ahmad alMajrithi, dan tokoh-tokoh kimiawan ...

Aku Masuk Neraka Karena Lisanku

62 kebiasaan buruk dalam bicara dan bergaul

Sekali lagi, tentang lisan kita.... Lisan itu senjata bermata dua, ia bisa menolong kita meniti jalan ke surga, atau mendorong kita sekuat-kuatnya kedalam neraka. Maka buku ini hadir memberikan pencerahan kepada kita semua tentang "hal-hal kecil" yang mungkin sering menjadi bumbu penyedap pembicaraan dan majelis kita. yah... kecil tapi dampaknya bisa sangat dahsyat. Dan semoga lisan ini tak pernah menjelma menjadi jalan keneraka. Amin. Sebuah buku islami dari Mirqat Publishing (Mirqat Group)

Imam al-Tirmidzi mengatakan: hadits hasan gorib, disahkan oleh Ahmad Syakir
dalam syarah Musnad (3839), dan disahkan pula oleh al-Albani dalam Shahih al
-Adabul Mufrad, (237) Diriwayatkan oleh Ahmad 3/165, Tirmidzi (1974), Ibnu ...

Fattabiuni, Gaul Cara Nabi

Tahukah kamu bahwa bergurau itu termasuk sunnah Nabi Saw.? Bahkan menurut beliau-sebagai pemimpin umat-gurauan itu penting untuk menyatukan hati dan menghancurkan penghalang silaturahim. Selain bergurau, Nabi Saw. mengajarkan kepada kita berbagai macam cara menjalin hubungan baik dengan orang lain. Buku ini dengan berbagai ilustrasi menarik memaparkan cara pergaulan Nabi Saw.-bagaimana ketika beliau berjanji, melindungi kehormatan seseorang, menjadi pendidik, hingga ketika beliau menjalin hubungan dengan para sahabat, orang tua, anak-anak, dan kaum perempuan. Melalui buku ini, kita dapat meneladani beliau agar perbuatan kita benilai sunnah serta menjadi bukti cinta kepada Allah. Sebab sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran: Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu …" (QS Âli 'Imrân [3]: 31) [Mizan, Noura Books, Nourabooks, Agama Islam, Seri Sunnah Nabi, Ibadah, Indonesia]

Tahukah kamu bahwa bergurau itu termasuk sunnah Nabi Saw.

Renungan-renungan Shalat

Renungan-renungan untuk mencapai kekhusyukan shalat

AL-Quran dan As-sunnah berulang kali menganjurkan kita untuk senantiasa khusyuk dalam Shalat. Karena ketika seorang hamba berada dalam keadaan khusyuk maka berarti sang hamba berdiri dihadapan Sang Penciptanya dalam keadaan merendah dan menghambakan dirinya, sehingga lenyaplah segala kesombongan yang ada pada dirinya. Yang ada hanyalah rasa takut yang tak mampu dia sembunyikan dan itu bisa terlihat dari gerak fisiknya yang merendah dan selalu sopan dalam bertingkah laku, dan sifat yang demikian akan melahirkan sikap tawadhu darinya tanpa dibuat-buat. Seorang hamba yang khusyuk dalam shalatnya harus melakukan kegiatan hati dengan menggapai puncak perendahan diri kepda Tuhan, serta meninggalkan segala hal yang bisa memalingkan hati selain perasaan mengagungkan Sang Khalik. Diikuti oleh sikap anggota badan yang senantiasa memandang tempat sujudnya. Buku terbitan Tuhfa Media (Mirqat Publishing Group) ini akan menuntun anda mencapai puncak kekhusyukan dalam shalat yang selama ini anda dambakan.

AL-Quran dan As-sunnah berulang kali menganjurkan kita untuk senantiasa khusyuk dalam Shalat.

Rihlah Ibnu Bathuthah

Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Bathuthtah adalah seorang pengembara (traveler), petualang (adventurer), dan pengamat (viewer) yang membuat catatan tentang negeri-negeri yang ia kunjungi dalam pengembaraannya. Catatan perjalanan yang dikenal dengan buku "Rihlah Ibnu Bathuthah" ini ditulis setelah dirinya mengunjungi berbagai belahan dunia, kemudian mengamati kebudayaan, adat istiadat, dan perilaku masyarakat di negeri-negeri yang ia kunjungi, terutama wilayah yang dipimpin oleh kesultanan Islam. Banyak kisah menarik yang diceritakan dalam buku catatan perjalanan Ibnu Bathuthah ini, terutama cerita-cerita tentang para sultan, para syaikh, sejarah sebuah negeri, falsafah kehidupan masyarakat setempat dan lain sebagainya yang ia tulis berdasarkan pengamatan langsung dari negeri-negeri yang ia kunjungi. Dari India sampai negeri Cina, dari Afrika sampai Nusantara, Ibnu Bathuthah menceritakan perjalanannya secara apik dan mengesankan. Ia misalnya, menceritakan kunjungannya bertemu dengan Sultan Jawa (Sultan Nusantara) dari Kerajaan Samudera Pasai, Sultan Malik Azh-Zhahir. Ibnu Bathuthah sendiri menyebut hasil karyanya ini sebagai persembahan seorang pengamat tentang kota-kota asing dan perjalanan yang menakjubkan, yang ia tuangkan dalam sebuah catatan perjalanan. Sebagai sebuah catatan perjalanan, membaca buku ini seperti mendengarkan seorang pemandu wisata (guide tour) bercerita tentang negeri-negeri yang menakjubkan dari segala isinya. Pembaca seolah diajak berkelana menyusuri negeri-negeri yang ia kunjungi, kemudian memetik hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian dalam perjalanan. Ibnu bathuthah berhasil merangkai sebuah catatan perjalanan sebagai karya sejarah bermutu tinggi, yang bisa dijadikan rujukan bagi mereka yang ingin mengetahui sejarah sebuah bangsa dan peradaban manusia. Buku ini, sayang Anda lewatkan. -Pustaka Al-Kautsar-

... Baha'uddin bin Aqil, seorang ahli fikih kenamaan; Atsiruddin Abu Hayyan
Muhammad bin Yusuf bin Hayyan Al-Gharnathi, sang pakar nahwu; Syaikh
Badruddin Abdullah Al-Manufi; Burhanuddin Ash-Shafaqusi; Qawamuddin Al-
Karmani.