Buku ini membahas perihal Filsafat Pendidikan yang lahir dari ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan praktis, mengandung maksud bahwa pendidikan sebagai aspek kebudayaari mempunyai tugas, antara lain menyalurkan nilai-nilai hidup, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai norma tingkah laku kepada subjek didik yang bersumber dari filsafat dan/atau kearifan orangtua dan keluarga. Pelaksanan pendidikan tersebut juga merangkum antara teori pengetahuan dan filsafat yang terkandung di dalam pelajaran yang diberikan oleh para pendidik. Kajian utamaÊfilsafat pendidikanÊini secara komprehensif menyajikan dan membahas topik materi pokok filsafat, antara lain: (1) Pengertian dan kedudukan filsafat dalam ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia; (2) Pengertian pendidikan dan filsafat pendidikan serta peranannya; (3) Masalah pokok filsafat dan pendidikan; (4) Proses hidup sebagai dasar filsafat pendidikan; (5) Tujuan hidup dan tujuan pendidikan; (6) Fungsi pendidikan dalam kehidupan manusia sebagai makhluk biologis; (7) Demokrasi pendidikan; serta (8) Aliran dalam filsafat pendidikan. ------- Penerbit Kencana (Prenadamedia Group)
Buku ini membahas perihal Filsafat Pendidikan yang lahir dari ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan praktis, mengandung maksud bahwa pendidikan sebagai aspek kebudayaari mempunyai tugas, antara lain menyalurkan nilai-nilai hidup, ...
Buku ini bertujuan untuk mahasiswa-mahasiswi sebagai pendahuluan pada mata pelajaran ilmu Filsafat kejuruan, dengan mempelajari ilmu filsafat kejuruan (vokasi) kita mengenal susunan tentang hal-hal yang membuat mahasiswa masa kini lebih cenderung mengikuti pergaulan yang tidak baik, faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih pergaulan dan contoh sehari-hari yang terjadi di lingkungan tempat mahasiswa menimba ilmu di kampus. Dalam mengembangkan proses pendidikan butuh pola pikir yang menunjang dengan baik. Manusia memilki akal dan pikiran untuk memecahkan problem-problem dalam mengembang proses pendidikan yaitu proses mencerdaskan manusia dari kebodohan. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari memiliki sifat primitif dalam berpikir sekarang sudah terpikir ke arah yang moern,serta manusia butuh filsafat dalam proses pendidikan. Dalam hal ini manusia berhubungan dengan filsafat dalam proses pendidikan. Manusia harus mampu berfilsafat dalam dunia pendidikan. Mampu menjalankan proses pendidikan dengan meng-gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih. Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik mampu berfilsafat dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul dalam proses pendidikan. Buku Filsafat pendidikan vokasi ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.
Filsafat Pendidikan Islam adalah mata kuliah yang saya asuh sejak tahun 2003 sampai sekarang, khususnya di STAIN Malikussaleh yang sekarang menjadi IAIN Lhokseumawe dan di IAIN Padangsidimpuan baik di S1 maupun di S2. Dari sisi niat dan usaha, karya ini tergolong terlambat penerbitannya. Karya ini saya harapkan terbit sebelum mutasi kerja dari STAIN Malikussaleh ke IAIN Padangsidimpuan. Pentingnya penerbitan buku Filsafat Pendidikan Islam bagi saya, karena disiplin ilmu ini menjadi konsentrasi keilmuan dan fungsional saya sebagai dosen yang disertifikasi oleh negara. Selain itu, penerbitan buku ini, sebagian arsip pemahaman saya terhadap Filsafat Pendidikan Islam. Siapa pun dia, hemat saya tidak bisa mengarsipkan pemahamannya secara utuh dalam sebuah tulisan. Pertama, karena orang yang selalu membaca, sangat memungkinkan terjadi dinamika pemahaman. Kedua, adakalanya pemahaman itu tidak cocok untuk ditulis, tapi bisa diungkapkan. Ketiga, ketebalan buku juga menjadi pertimbangan marketing, dll.
Ketiga, ketebalan buku juga menjadi pertimbangan marketing, dll. Buku Filsafat pendidikan Islam sebuah bangunan ilmu islamic studies ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.
Majid Arsan al-Kailani, dalam pengantar bukunya Falsafat al-Tarbiyah al-Islamiyah, mengibaratkan dunia pendidikan sebagai samudera luas tak bertepi. Untuk mengarunginya tentunya seorang pelaut membutuhkan alat petunjuk (kompas), pandangan yang luas tentang kelautan dan pengalaman yang akan menuntunnya mencapai tujuan. Demikian halnya dengan pendidikan Islam, seorang pendidik sangat dituntut untuk memiliki wawasan dan pemahaman yang mendalam tentang batasan, lingkup serta tujuan pendidikan Islam. Salah satu faktor utama ketertinggalan pendidikan, khususnya pendidikan agama, adalah ketidakmampuan institusi dan pelaksana pendidikan menetapkan tujuan pendidikan yang jelas serta menerapkan prinsip, materi dan metode yang tepat bagi peserta didik. Hal ini berakhir pada bentukan out put pendidikan yang tidak matang. Di sinilah diperlukan upaya-upaya pemikiran yang filosofis dalam merancang suatu bangunan paradigma pendidikan Islam yang utuh dan ideal. Dari sinilah dirasakan bahwa filsafat tidak dapat dilepaskan dari pendidikan, bahkan filsafat merupakan bagian integral dari pendidikan. Ini terutama ketika pendidikan pada umumnya, dan pendidikan Islam pada khususnya, memainkan peran penting dalam membangun pribadi muslim yang pada akhirnya menentukan terciptanya masyarakat madani. Menyandarkan pendidikan Islam pada filsafat Barat yang pastinya tidak keseluruhannya sejalan dengan nilai-nilai Islam itu sendiri, akan menjauhkan peserta didik dari tercapainya tujuan di atas.