Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Mengupas Problema Kota Semarang Metropolitan

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, sekaligus termasuk sebagai kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa. Artinya bahwa, terjadi pergerakan penduduk setiap hari masuk dan keluar dari kota-kota disekitarnya, area metropolitan kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran - Kabupaten Semarang, Salatiga, dan Purwodadi - Kabupaten Grobogan) dengan penduduk sekitar 6 juta jiwa. Semarang sebagai kota yang beranjak metropolitan tidak bisa melepaskan diri dari problema kota-kota metropolitan dunia, tidak bisa steril dari permasalahan, siapa takut? Tanpa permasalahan atau tanpa problem, maka suatu kota tidak akan pernah tertantang untuk maju. Problem adalah bahan bakar untuk maju. Lebih istimewa lagi untuk kota Semarang.

Daya tarik yang dipunyai oleh kota (pull factors) yang menurut mereka (para
urbanis) dengan berbagai ‚gebyargebyarnya kehidupan kota‛ ternyata
merupakan tempat berakumulasinya berbagai aktivitas, khususnya aktivitas yang
dapat menghasilkan doku atau fulus (bahasa prokem istilah mereka untuk
menyebut uang). Dengan kata lain, setiap bentuk gerak manusia ternyata bisa
mendatangkan rejeki. Artinya, dengan pasan) mereka berupaya untuk meraih
suatu keberhasilan, ...