“Puisi-puisinya yang indah dan jujur menembus lurus ke jantung hati, hingga air mata saya bergulir sejak bait pertama pada puisi pertama. Belum kering hingga saya menuliskan ini. Highlyrecommended to read. (Sri Sulistiyani, Pegiat Hak Asasi Perempuan) “Setiap bait dari judul yang berbeda memiliki makna mendalam. Bagi seorang penulis mampu menghadirkan emosi pembacanya merupakan kebahagiaan tersendiri. Menurut saya penulis sudah cukup mampu menghadirkan emosi dalam karyanya, terlihat dari bait demi bait, larik demi larik. Penulis seakan memberitahukan langsung apa yang ia rasakan kepada pembacanya. Tentang penulis yang begitu luar biasa dalam keterbatasannya, ia punya ide tanpa batas yang menggelora. Recommended banget nih untuk kawula muda yang sedang di rundung kegelisahan, ketidakpastian, dan perasaan yang menggelora lainnya. (Eka Aidha Widjaya, komunitas Share If You Care) “Puisi yang bagus adalah yang bisa membawa pembaca hanyut ke dalamnya, dan itu dibuat dengan hati. Seperti apa yang telah saya temukan dalam buku ini, bahkan tak hanya hanyut, saya tenggelam” (Ricko Andriyanto, komunitas Cinta Puisi Jawa Timur) “Dengan membaca puisi ini, remaja dapatsemakin memahami bagaimana indahnya pilihan kata dalam suatu puisi. Selain itu, penggunaan simbol dalam puisi turut memperkaya pesona bahasa yang memang sengaja dikemas penulis dengan sarat makna kehidupan” (Dyah Kirana Nusantara, Guru Bahasa Indonesia SMAK Santo Paulus Jember) “Di antara kata-kata sederhana dan rima di ujung kalimat, ada cerita tentang hati yang risau merisak ketenangan. Puisi-puisi penulis mengantar kita untuk menjenguk masa remaja. Bermain-main dengan rindu, cinta, jati diri yang selalu dalam proses, serta perenungan dari kekalahan-kekalahan. Tapi, saya yakin ini adalah cara penulis (dan juga kita) untuk memenangkan hidupnya” (Rizki Ramadan, jurnalis HAI) “Buku kumpulan puisi yang ditulis ini salah satunya ditulis tentang berbagai tema, mulai dari hal-hal sederhana khas anak muda hingga pada masalah sosial di sekitarnya. Misalnya puisi berjudul “Jeritan Rakyat Kecil” yang mengekspresikan ketidakadilan dan keserakahan yang dilakukan oleh satu kekuatan penindas” (Faizin Adi, jurnalis Jawa Pos Radar Jember) “Tidak mudah mengubah rasa gelisah menjadi sebuah karya sastra yang bernilai. Perasaan gelisah penulis tentang asmara, negara, hingga rakyat jelata mampu disampaikan lewat bait-bait puisi yang sederhana namun sarat makna. Lebih mengagumkan lagi, semua kumpulan puisi, semua kumpulan puisi dalam buku ini di tulis remaja yang baru saja lulus dari bangku SMA” (Ujang Sarwono, Pegiat Literasi & Guru Bahasa Indonesia SMAK Santo Paulus Jember) #HutaMediaGroup
“Puisi-puisinya yang indah dan jujur menembus lurus ke jantung hati, hingga air mata saya bergulir sejak bait pertama pada puisi pertama.