Sebanyak 153 item atau buku ditemukan

Each one teach one

Laubach's materials and methods

Tt sounds patronizing and irritates adults. Besides it wastes time. Nearly every
teacher violates this advice without realizing it. Ask somebody to remind you
when you parrot your students and you will find your teaching. speedier and
happier when you have broken the habit. Do not waste a second or a word. The
first fifteen minutes are the most precious with illiterate adults. The lesson is best
when it is swiftest, when it is finished before the student realizes it has more than
begun.

Problematik bahasa dan pengajaran bahasa Indonesia

"For the ability of the individual, and of group of individuals, to use language
clearly and with validity is basic to personal effeciency and general development
it is basic to sanity itself and it .is fundamental to intelligent social organization
and to the adequate management of national and international problems. "2 3 )
Demikianlah funp;si Bahasa Indonesia di dalam karya-karya il- miah dan salah
sebuah pemhinanya melalui latihan karang- mengarang yang intensif , efektif
dan kontinus ...

Penelitian hukum mengenai perlindungan atas kekayaan intelektual di bidang pengindraan jauh di Indonesia

Intellectual property aspect of remote sensing data, Indonesia; preliminary research.

Yang perlu dipikirkan sekarang adalah perlindungan HAKI di bidang
penginderaan jauh di Indonesia perlu diatur secara terpisah dalam arti diadakan
suatu peraturan yang khusus mengatur perlindungan HAKI di bidang
penginderaan jauh, ataukah cukup dengan menambah ketentuan-ketentuan
baru ke dalam peraturan HAKI yang sudah ada saat ini sehingga mencakup
perlindungan HAKI di bidang penginderaan jauh. Apapun keputusan tentang ini,
yang jelas aspek-aspek HAKI ...

Memahami Sejarah Konflik Aceh

Buku “Memahami Sejarah konflik Aceh” (dulunya terbitnya dengan jadul “Atjeh Sepintas Lalu”) berbicara tentang sebuah penggalan sejarah Aceh. Kalau kita melihat dengan kacamata sekarang, buku ini pun sebenarnya sudah menjadi bagian dari penggalan sejarah Aceh. Karenanya, nilainya sungguh tak terpermanai. Lebih tak terpermanai lagi ialah penerbitannya kembali. Dengan membacanya sekarang, kita akan lebih dapat memahami dan memaknai peristiwa-peristiwa yang terjadi di Aceh pada masa itu. Sehingga kita dapat mengerti perkembangan Aceh sekarang. Tentu saja, Aceh pada hari ini jauh berbeda keadaannya disbanding sekian puluh tahun yang lalu. Sekarang pertentangan antara pandangan agama dan sekuler sudah mencair dan terjembatani, sebab nilai-nilai agama sudah terakomodasi dalam system hukum aceh yang syariati. Generasi kini yang awam akan situasi masa lampau Aceh akan tercerahkan oleh paparan almarhum Mr. Amin yang bernama samara “Insider” Bila ditelisik dari kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang diketengahkan “Insider” dalam ‘Atjeh Sepintas Lalu’ sebenarnya adalah hadirnya pertarungan dua arus besar pemikiran yang ada dalam masyarakat Aceh yang sangat menonjol pada masa itu. Kedua arus besar tersebut adalah pemikiran-pemikiran yang masing-masingnya berdasarkan pada ajaran agama, dalam hal ini Islam, dan pandangan sekuler atau non-agama. Oleh karena masing-masing pemikiran itu ada pengikutnya, maka munculnya pengelompokan-pengelompokan tidaklah terhindarkan. Pada gilirannya, peluang bagi terjadinya konflik fisik sering pula menganga. Buku ini, demikian analisis Prof. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin, MA, menggambarkan situasi politik dan hukum di Aceh pada tahun 1945-1949. Sebagaimana yang dikemukakan sendiri oleh penulisnya dalam kata pendahuluan, buku ini menguraikan “terutama mengenai kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan keadaan yang tidak memuaskan”. Kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa itu menyangkut keadaan umum, pemerintahan, kehakiman, pegawai negeri, dan kehidupan kepartaian.

Bahkan masyarakat memperlakukan dengan hormat para pemuda yang berhasil
mengenyam pendidikan sampai sekolah tinggi, juga para guru Belanda yang
mengajar di sekolah memberikan perlakukan yang berbeda terhadap para
mahasiswa. ... Pergerakan yang dahulunya bersifat kedaerahan kini sudah
bersifat nasional, organisasi kedaerahan pun mulai berbaur menjadi organisasi
nasional salah satunya yakni Komisi Besar Indonesia Muda (KBIM), Amin juga-
lah yang ...

Dasar-dasar Hukum Acara Pidana

Perkembangan dan Pembaharuannya di Indonesia

  • ISBN 13 : 9786021642344
  • ISBN 10 : 9786021642344
  • Judul : Dasar-dasar Hukum Acara Pidana
  • Sub Judul : Perkembangan dan Pembaharuannya di Indonesia
  • Pengarang : Tolib Effendi,  
  • Kategori : Hukum Pidana - Indonesia
  • Penerbit : Setara Press
  • Klasifikasi : 345.598
  • Call Number : 345.598 TOL d
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : Cet.1
  • Penaklikan : xv, 23 cm
  • Tahun : 2014
  • Halaman : 212
  • Halaman : 212
  • Ketersediaan :
    0001.21704882
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21704881
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21701611
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21701610
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21701609
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21701608
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21701607
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21701606
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21701605
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21701604
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Pemikiran dan Perilaku Politik Kiai Haji Ahmad Dahlan

Apakah benar Kyai Haji Ahmad Dahlan tidak meninggalkan warisan pemikiran politik sebagaimana diyakini para pengikutnya sekarang? Bagaimana strategi pendekatan politik yang dilakukannya dalam menyikapi hubungan dengan kolonialisme Belanda, penguasa lokal (kesultanan), dan relasi dengan organisasi sosial politik di masanya? Buku ini akan membahasnya, menunjukkan kepada kita bagaimana pemikiran dan perilaku politik salah satu tokoh muslim paling berpengaruh dalam pergerakan kemerdekaan di Indonesia ini.

Sarekat Islam dan Gerakan Sosialis Tampaknya Kiai Dahlan dan para pengurus
Muhammadiyah bersepakat untuk menjadikan Sarikat Islam sebagai wadah
gerakan politiknya, membedakannya dari wadah gerakan agama, sosial, dan
pendidikan melalui Muhammadiyah. Ketika Sarekat Islam masuk ke Yogyakarta
pada tahun 1913 pasca konggres SI di Solo, satu tahun setelah pendirian
Muhammadiyah sebagian besar anggota Muhammadiyah juga bergabung
menjadi ...