This book examines the way Chinese academics returning from the US re-establish their academic identities and professional practices at China’s research universities in the context of higher education internationalization in China. It goes beyond economic accounts of academic mobility based on the notions of brain drain, brain gain, and brain circulation. Instead, it uses a cultural approach to explore the everyday experiences of the returning scholars concerning the issues of their sense of identity, as well as their ways of connecting and bringing about changes in their work communities. It will appeal anyone interested in 1) globalization and academic mobility; 2) China’s talent policies and strategies; and 3) the internationalization of Chinese universities.
Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
This book examines the way Chinese academics returning from the US re-establish their academic identities and professional practices at China’s research universities in the context of higher education internationalization in China.
... yang mengu Subuh. dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam
apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita ahli sihir yang
menghembus buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.
Dia menyarankan untuk mengubah pertanyaan itu menjadi: bagaimana wahyu
itu dimungkinkan. Dikatakannya bahwa satu-satunya cara untuk menghindari
kehancuran peradaban ialah dengan mengambil kembali warisan Islam. Filsafat
Barat sudah "membunuh" Tuhan dan manusia, karena itu dia menganjurkan
supaya umat manusia memakai filsafat kenabian dari Islam (Garaudy, 1982:139-
168) dengan mengakui wahyu. Ilmu Sosial Profetik harus membedakan diri dari dakwah, ...
1293-1309 Raden Wijaya Raja pertama Majapahit, setelah mengusir orang-
orang China dari Jawa. 1312 Kerajaan Moloku dipecahkan menjadi 4 kerajaan
dengan nama Moloku Ki Raha (Ternate, Tidore, Bacan dan Djailolo). 1331 —
1364 Gaja Mada, Perdana Menteri Majapahit. 1350—1389 Hajam Wuruk, Raja
Majapahit. Zaman keemasan Majapahit. 1333 Prabu Siliwangi mendirikan lbu
Kota Pakuan. 1360 Kerajaan Melayu pindah ke Minangkabau dipimpin oleh
Aditiawarman.