Dasar-dasar Kultur Jaringan Tumbuhan

Mahasiswa dapat mengetahui sejarah perkembangan teknik kultur jaringan tanaman sehingga mempunyai wawasan tentang apa dan bagaimana teknik kultur jaringan tanaman serta kemanfaatan dan prospeknya untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; dapat memahami dan menjelaskan aplikasi teori totipotensi pada teknik kultur jaringan tanaman sehingga mendukung regenerasi tanaman dalam jumlah banyak, proses perubahan dari sel yang telah berdiferensiasi menjadi bersifat meristematis kembali sebagai titik awal untuk menetukan kompetensi sel terhadap arah pertumbuhan dan perkembangan yang ingin dicapai. Selanjutnya mahasiswa diharapkan dapat memiliki ketertarikan dan rasa ingin tahu terhadap aplikasi teknik ini.

Mutan biokimia dan resistensi terhadap antibiotik dan herbisida sangat sering
digunakan. Defisiensi klorofil atau nitrat reduktase dan mutan albino juga telah
banyak digunakan. Sifat hibriditas tanaman yang diregenerasi dari produk fusi
kemungkinan dapat 'hilang' pada saat seleksi. Uji morfologi, sitologi, dan
molekuler telah sering diterapkan untuk memastikan hibriditas hasil fusi.
Beberapa teknik molekuler seperti analisis isozyme, analisis DNA dengan RFLP,
RAPD, dan SSR, ...