One Dance with a Duke

Godaan sesungguhnya dimulai saat tengah malam... Saat tengah malam, di setiap acara pesta, Spencer Dumarque akan mengajak seorang lady untuk berdansa waltz dengannya. Perempuan lajang mana pun pasti tak akan melewatkan kesempatan ini. Berharap kelak ada yang mampu meyakinkan salah satu dari sepuluh anggota Klub Stud—klub laki-laki eksklusif— itu untuk menikahinya. Sayangnya, sampai saat ini, tak satu pun kecantikan dan daya pikat pasangan dansa Spencer berhasil membuat hatinya berdesir—sampai Lady Amelia d’Orsay muncul dan mencoba keberuntungannya. Sang lady tidak hanya berhasil mengajukan dirinya dalam dansa waltz tengah malam generasi keempat Duke of Morland itu, dia juga terang-terangan mencuri hatinya. Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga terlibat dalam serangkaian panjang drama—dan tarik ulur gairah—yang meletup-letup di antara mereka berdua. Di mata Lady Amelia, Spencer tetaplah sosok yang teramat misterius. Hingga sekarang pun, dia masih belum bisa menghilangkan kecurigaannya atas keterlibatan duke itu dalam kasus pembunuhan sang penggagas Klub Stud yang ternama itu. Sang lady pun kian terpuruk dalam dilema yang melibatkan perasaan terdalamnya, bagaimana mungkin dia bisa mencintai dan mencurigai seseorang dalam waktu bersamaan?

Selama dua puluh enam jam terakhir, Laurent te- rus-menerus mendesaknya
untuk mempertimbangkan lagi pernikahannya dengan Duke of Morland. Jika ia
berkata tidak, bahkan di menit-menit terakhir sebelum pernikahan, Amelia tahu
kakaknya pasti akan mendukung keputusannya. Laurent pernah memberinya
dukungan yang sama sepuluh tahun yang lalu, saat ia tidak sanggup menikah
dengan Mr. Poste yang mengerikan. Lupakan soal uang, desak Laurent,
kebahagiaanmu ...