Sejarah pendidikan Kristen di Tanah Batak

suatu telaah historis-teologis atas perjumpaan orang Batak dengan zending (khususnya RMG) di bidang pendidikan, 1861-1940

Sejak edisi 1866 telah ditetapkan bahwa para calon siswa seminari harus
memiliki kecakapan intelektual (geistige Begabung), walaupun baru pada edisi
1907 dicantumkan secara eksplisit bahwa mereka minimal harus sudah tamat
Volksschule (Sekolah Rakyat). Di samping itu mereka sudah harus memiliki
pengalaman dan keterampilan tertentu (sebagai pekerjaan tangan, guru,
pedagang, dsb.), kecuali bagi yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi dari
Volksschule (yakni ...