Geng Kemoceng

Kelakuan Mahasiswi Otak Melenceng

Seperti halnya Saskia, Ines juga berkeliling sambil melihat kertas nama yang ada di meja kami. Tiba-tiba Ines berhenti di depan meja Ajeng. Dia meratiin kertas yang ada di depannya. "Nama kamu Ayieng?" tanya Ines dalam bahasa Belanda. "Eh, bukan, Bhu. Nama saya Ajeng," kata Ajeng. "A-yeng?" Ines gak nangkep. "A-J-E-N-G!" "Eyeng?" "Bukan, Bhu, AJENG. Pake je-je-je." "Ejeng?" "Yah... panggil aja saya tongseng, Bhu," Ajeng nyerah. "Tongseng? Hmm... nama yang lucu," kata si Ines. Walah, satu lagi kasus bule bolot. Tapi orang Belanda memang susah banget ngucapin huruf J karena di negara mereka gak ada huruf J. Di sana, huruf J dibaca Y. Sebuah kutipan dari 25 cerita konyol dan bodoh sebuah geng, terdiri dari lima orang mahasiswi yang otaknya benar-benar melenceng. Mulai dari manjat pagar tinggi pagi-pagi buta, ketinggalan celana dalam di restoran cepat saji, nolongin temennya yang disangka kesurupan, masuk ke toilet cowok, sampe minum viagra karena dikira obat penambah stamina. -Bukune-

Nicholas Saputra bengong (loh, sejak kapan Nicholas Saputra ada di kosan gue
?). Karena didorong oleh rasa ingin boker yang amat sangat, akhirnya Dara
setuju. “Ya udah, kita manjat aja. Daripada nanti gue boker di celana!” kata Dara.