MISTERI KEDUA BELAH TANGAN DALAM SHALAT, ZIKIR, DAN DOA
Dalam berbagai kegiatan kita sangat mengharapkan "lezat" (nikmat)-nya ibadah. Namun, ternyata kenikmatan ibadah itu dirasakan oleh kita, tidak semudah membalikan kedua belah telapak tangan yang dapat kita rasakan secara langsung seperti pedasnya memakan cabe. Meskipun demikian, tentu sudah banyak di antara kita yang telah mendapatkan "lezatnya" ibadah ketika sedang shalat dan berzikir. "Kelezatan" ibadah itu akan muncul karena ibadah telah dilaksanakan secara istikamah yang disertai tulus ikhlas. Buah kesalehan amal ibadah dapat dirasakan "lezatnya" ketika seseorang sedang beribadah atau mungkin sesudahnya. Namun, pada umumnya kenikmatan suatu ibadah dapat dirasakan setelah dilakukan berpuluh-puluh tahun lamanya. Jika kita belum merasakan nikmat ibadah dalam shalat, zikir, dan doa serta dalam ibadah lainnya berarti kita belum memenuhi kriteria melaksanakan ibadah secara syar’i. Karenanya kita harus sadar bahwa ketika dalam ibadah belum mendapatkan kenikmatan berarti ibadah kita belum apa-apa. -RAIH ASA SUKSES-
- ISBN 13 : 9790131852
- ISBN 10 : 9789790131859
- Judul : MISTERI KEDUA BELAH TANGAN DALAM SHALAT, ZIKIR, DAN DOA
- Pengarang : DR. KH. Badruddin Hasyim Subky, M. HI,
- Penerbit : Raih Asa Sukses
- Bahasa : id
- Halaman : 449
- Halaman : 449
- Google Book : https://play.google.com/store/books/details?id=ktH1CQAAQBAJ&source=gbs_api
-
Ketersediaan :
Etika Berdoa Menurut Al-Qur'an Imam Athobari menjelaskan dalam kitab
tafsirnya dan Syekh Athaillah dalam syarah kitab al-Hikam, ada dua syarat utama
dalam berdoa: a. Hendaklah orang yang berdoa memenuhi segala perintah
Allah ...