Manusia dan Sejarah

Sebuah Tinjauan Filosofis

Dalam ilmu sejarah, manusia merupakan konsep utama. Sejarah membahas manusia pada masa lalu. Untuk itulah, buku ini mencoba menghadirkan perpaduan antara sejarah, manusia, sejarah manusia – sejarah peradaban manusia, sampai pada surutnya peradaban yang berkemanusiaan. Buku ini disajikan seperti halnya mozaik, tersusun dari tulisan yang berserak, dan kemudian disatukan dalam bagian-bagian yang tak terpisahkan. Sebuah analogi acak tentang kesejarahan manusia, dari konsep dasar sampai setinggi yang mampu diraihnya. Atau, mungkin jatuh sampai level yang paling rendah, “Mundur kembali menjadi identitas purba naluriah kebiadaban.” Begitulah, seorang budayawan besar negeri ini pernah menyatakan, Prof. Dr. Mudji Sutrisno S.J. Bagian awal buku ini secara runtut mengupas sejarah dan manusia dari sudut pandang filsafat. Selanjutnya, bab per bab membahas mekanisasi sejarah serupa mesin waktu, baik evolusi maupun revolusi manusia dalam historiografinya. Buku ini lebih pada rangkuman dan sintesis dari bacaan ilmiah yang pernah beredar sebelumnya, karya Bronowsky dan John Horgan serta Michael H. Hart (yang sebenarnya lebih filsafat daripada kajian historis). Tapi, dengan bumbu dan penyedap yang bisa jadi berbeda hasil akhirnya, pun dengan perenungan mendalam dari penulis sehingga terciptanya tulisan ini.

Bukti dalam geometri mencapai puncaknya mereka 300 tahun kemudian di
Alexandria, Euclid menuliskan semua yang utama dalam sebuah buku The
Elements. Ini adalah salah satu buku yang paling disalin dan diterjemahkan
dalam semua sejarah. C. Peradaban Islam di Spanyol (Andalusia) Peradaban
Islam adalah peradaban yang berjasa menterjemahkan, menyerap, dan
menyelamatkan warisan dari peradaban Yunani ini, yang diperkaya kemudian
oleh para ilmuwan Muslim.