Sebanyak 98 item atau buku ditemukan
pengalaman empiris pernikahan beda agama
Author's account on his inter-faith marriage with Confucius follower.
Effendi. Perkawinan campur sepasang anak manusia yang berbeda agama
masih merupakan persoalan yang peka di negeri kita. Sebab boleh dikatakan
semua komunitas agama tidaklah menginginkan terjadinya kawin campur
pasangan ...
... telah memanggilmu dua tanda kematian: uban dan kerentaan. Jika kamu tidak
menyimak peringatan, apa gunanya dua karunia di kepalamu: pendengaran dan
penglihatan. (M. Abdullah bin Hayyan) Dua peragaan yang sama bagi semua ...
Brief biographies of figures involved in the Indonesian national awakening, 1798-1942.
Masa kanak-kanaknya dilaluinya di tengah pergolakan pemikiran para tokoh
besar pembaharu di Minang. Belajar di sekolah dasar ... Masih dalam jalur
pendidikan Belanda, ia melanjutkan pendidikan ke AMS (A2) di Bandung.
Kesempatan ...
kesaksian yang tak sempat terucap pada kata dan nyanyian cinta
Paris: Decouvert. A-Kitab. t.t. Bogor: Pertjetakan Lembaga Alkitab Indonesia.
Alwy Shihab. 1997. Islam Insklusif: Sikap Terbuka dalam Beragama. Bandung:
Mizan. Amin Abdulah. 1979. "Agama dan Sekularisasi". Al-Jami'ah. No. 3. Amin
Rais.
Bab VIII REAKSI-REAKSI DI LUAR ISLAM TERHADAP PEMIKIRAN BEBAS
ISLAM A. Reaksi-Reaksi dalam Kristen Peran krusial yang dimainkan oleh
bangsa Arab-Kristen dalam perkembangan pemikiran Arab banyak diakui.
Masya- rakat ...
konflik kekerasan dan harga diri orang Madura
On dueling as the custom of violence among the Madurese; anthropological perpective.
On dueling as the custom of violence among the Madurese; anthropological perpective.
sebuah catatan tentang transisi demokrasi kita
Vision and thought of Abdurrahman Wahid, former president on democracy and sociopolitical situation in Indonesia.
Vision and thought of Abdurrahman Wahid, former president on democracy and sociopolitical situation in Indonesia.
Development of Ahmadiyah, 1920-1942, a fundamentalist Islamic sect, banned in Indonesia
Development of Ahmadiyah, 1920-1942, a fundamentalist Islamic sect, banned in Indonesia.