Banyak orang berusaha keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah pada siang dan malam hari, namun mereka tidak mendapatkan pahala ibadah-ibadah tersebut. Mengapa demikian? Karena mereka berbuat kezaliman terhadap sesama makhluk dan memperlakukan mereka dengan tidak baik. Ini merupakan bencana besar yang harus ditangkal. Buku ini akan memaparkan ajaran-ajaran Islam tentang tata cara berinteraksi dengan sesama manusia: istri, anak, orang tua, tetangga, guru, dan lain sebagainya, agar jangan sampai ibadah yang kita lakukan sia-sia. Pembahasannya yang sistematis membuat buku ini bisa menjadi rujukan setiap Muslim yang benar-benar ingin menjadi manusia yang paling sempurna imannya. Karena, orang yang paling sempurna keimanannya adalah yang selalu memenuhi hak-hak Allah dan juga sesamanya. -QisthiPress-
Banyak orang berusaha keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah pada siang dan malam hari, namun mereka tidak mendapatkan pahala ibadah-ibadah tersebut.
Di jaman sekarang ini __sebagaimana yang disabdakan Nabi: “Ketika Islam datang pertama kali, ia dianggap aneh dan suatu saat nanti akan menjadi aneh kembali.” (Syarah Muskil Atsar. No: 689) __ Umat Islam yang menganggap aneh ajaran Islam sehingga berpaling dari Rasulullah saw terbagi menjadi dua; ada yang mengidolakan dan fanatik mengikuti serta meneladani tokoh kafir dan segala ajarannya sebagai pedoman hidup mereka lalu menjadikan Rasulullah sekedar “pajangan” dalam kehidupan mereka agar status keislaman mereka tidak hilang. Dan ada pula yang mengidolakan dan fanatik mengikuti serta meneladani para ulama, syeikh, kiyai, ustadz, dan segala ajaran mereka sebagai panduan hidup mereka sampai-sampai mereka malah meninggalkan Rasulullah beserta ajaran-ajarannya. Rasulullah saw sendiri hanya dijadikan “iklan komersial yang menarik” agar umat Islam tertarik dan tunduk pada hawa napsu si syeikh, kiyai, atau ustadz tadi. Sungguh aneh memang! Tapi itulah kenyataannya. -Akbar Media-
Di jaman sekarang ini __sebagaimana yang disabdakan Nabi: “Ketika Islam datang pertama kali, ia dianggap aneh dan suatu saat nanti akan menjadi aneh kembali.” (Syarah Muskil Atsar.
Buku ini menyajikan pemikiran penting, betapa urgensinya hukum yurisprudensi bagi pengembangan tatanan hukum di Indonesia, mengingat fakta teks hukum itu bersifat statis dan tidak mungkin sempurna. Adapun perubahan hukum yang terjadi di tengah-tengah masyarakat demikian pesatnya, sehingga teks hukum akan semakin jauh ketinggalan di belakang peristiwa hukum. Walaupun hanya menyajikan tiga bab utama, namun buku referensi hukum ini menyajikan materi hukum yurisprudensi yang komprehensif; disertai analisis dan teori hukum dengan kaidah hukum yurisprudensi perkara perdata dan kaidah hukum yurisprudensi perkara perdata niaga. -PrenadaMedia-
Bengkulu (1999-2004), Sekretaris Umum Pusat Pengkajian Hukum Islam dan
Masyarakat (PPHIM) perwakilan Bengkulu ... (Prenada Media Group, Jakarta);
Kitab Undang-Undang Hukum Perbankan dan Ekonomi Syariah, (Prenada
Media ...