Sebanyak 28 item atau buku ditemukan

A Catalogue of the Harleian Collection of Manuscripts

2522. Marii Philelphi, ortuq; Laurentii manu scriptum, A®. 1474. Innocentii
Manettii, de dignitatss-Zz excellentia hominis, libri 4. ad Aragonum regem
inscripti. xv. 2 524.-Pub. Terentii Asri Comoediae, 8: vita. xm. -2 52 5. Aliud
exemplat. A 2526.

Managing the Software Process

The author, drawing on years of experience at IBM and the SEI, provides here practical guidance for improving the software development and maintenance process. He focuses on understanding and managing the software process because this is where he feels organizations now encounter the most serious problems, and where he feels there is the best opportunity for significant improvement. Both program managers and practicing programmers, whether working on small programs or large-scale projects, will learn how good their own software process is, how they can make their process better, and where they need to begin. "This book will help you move beyond the turning point, or crisis, of feeling over-whelmed by the task of managing the software process to understanding what is essential in software management and what you can do about it." Peter Freeman, from the Foreword 0201180952B04062001

"This book will help you move beyond the turning point, or crisis, of feeling over-whelmed by the task of managing the software process to understanding what is essential in software management and what you can do about it.

Metodologi Penelitian Kebidanan

Panduan Penulisan Protokol dan Laporan Hasil Penelitian

Buku Metodologi Penelitian Kebidanan terdiri atas 2 bagian yaitu Bagian I tentang Topik-topik yang Mendasari Penelitian dan Bagian II tentang Panduan Penulisan Protokol dan Laporan Hasil Penelitian. Bagian I berisi 10 bab yaitu Ilmu Pengetahuan dan Metodologi Penelitian, Perkembangan Kebidanan dan Kebutuhan Penelitian, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Kebidanan, Benang Merah dalam Protokol dan Laporan Hasil Penelitian, Jenis-jenis Desain Penelitian, Populasi dan Sampel, Pengumpulan Data, Pengolahan dan Analisa Data, Penilaian Hasil Penelitian, dan Inferensi Penyebab Masalah. Bagian II berisi panduan penulisan protocol dan laporan hasil penelitian untuk D-3 Kebidanan, Skripsi untuk D-4 Kebidanan atau S-1 Kesmas dengan Peminatan Kebidanan dan Karya Ilmiah Magister untuk S-2 Kesmas Peminatan Kespro atau S-2 Kebidanan.

Buku Metodologi Penelitian Kebidanan terdiri atas 2 bagian yaitu Bagian I tentang Topik-topik yang Mendasari Penelitian dan Bagian II tentang Panduan Penulisan Protokol dan Laporan Hasil Penelitian.

The Business Startup Guide

How to Launch and Operate a High-Growth Business

A practical guide to starting up and operating a high-growth business. It explains in plain English the key legal, financial, structural and marketing issues involved, and provides advice and step-by-step instructions to ensure success from concept to launch.

A practical guide to starting up and operating a high-growth business.

Manajemen Unit Kerja

Untuk Perekam Medis dan Informatika Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat Keperawatan dan Kebidanan

Buku ini menguraikan aspek-aspek yang berkaitan dengan sistem pengelolaan unit kerja dimulai dengan pemahaman mahasiswa tentang organisasi secara umum sampai dengan wadah unit kerja seperti rumah sakit. Nah, apa saja aspek-aspek tersebut?? Yuk, temukan jawabnnya di buku ini --Penerbit Deepublish, Deepublish, Manajemen, Pengelolaan Unit Kerja, Hetty Ismainar, Amd. Keb, SKM., MPH.--

Mutu memang tidak berbatas, selalu dapat ditingkatkan. Pimpinan konvensional
berfikir kalau 90% peker-jaan sudah baik adalah sudah cukup. Di bidang
pendidikan dan akademis standar mutu itu jelas selalu bergerak ke atas dan
harus selalu dikejar. Jadi jangan pernah berhenti berusaha meningkatkan mutu
kinerja. 7. Mutu berarti perbaikan yang berkelanjutan Ini adalah cara berfikir
sebagai kelanjutan dan konsekuensi pemikiran tersebut pada butir ke-6 di atas.
Ini berbeda ...

Masalah-masalah di kawasan menjelang realisasi komunitas ASEAN 2015

Relations between Indonesia and Southeast Asian countries on economics, environment, and politics towards ASEAN Economic Community in December 2015; collection of articles.

Metode Penelitian Kesehatan

Metode Ilmiah Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Edisi Revisi)

Buku ini terdiri atas 2 bagian yaitu Bagian I berisi Metodologi Penelitian Kesehatan dan Bagian II yang menerapkan Metode Ilmiah untuk Panduan penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Bagian I berisi sembilan bab yaitu, Metode Ilmiah, Metodologi Penelitian Kesehatan, Keterkaitan Judul dengan Bab-bab Penelitian, Desain dalam Penelitian Kesehatan, Sampel Penelitian Kesehatan, Pengumpulan Data Kualitatif dan Kuantitatif, Pengolahan dan Analisa Data Kualitatif dan Kuantitatif, Validitas, Reabilita dan Objektifitas dalam Penelitian, dan Pembahasan Sebab Akibat. Keunikan dari buku ini terletak pada Bab III Bagian I yaitu Keterkaitan Judul dengan Bab-Bab Penelitian. Tiap-tiap universitas, fakultas, sekolah tinggi, bahkan program studi mempunyai format tersendiri dalam penulisan skripsi, tesis dan disertasi yang mungkin berbeda dari apa yang dibahas dalam Bab III Bagian I tersebut. Hal ini bukan merupakan halangan untuk mempelajari buku ini, dari mana diharapkan agar pembaca sebagai pembimbing, penguji dan mahasiswa yang dibimbing serta peneliti mengerti tujuan dan memanfatkan Keterkaitan tersebut. Buku ini membahas kualifikasi atau kompetensi yang ingin dicapai untuk masing-masing gelar kesarjanaan yang berpedoman kepada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yaitu Level 6 bagi Kualifikasi S1 (Sarjana) yang menghasilkan Skripsi, Level 8 bagi S2 (Magister) yang menghasilkan Tesis, dan Level 9 bagi S3 (Doktor) yang menghasilkan Disertasi, yang contoh-contohnya dijelaskan dan dibahas pada Bagian II, yang merupakan penerapan metodologi yang tetulis pada Bagian I dari buku ini. Dengan demikian, buku ini tidak hanya untuk mempelajari metodologi penelitian, namun juga sebagai pedoman penulisan skripsi, tesis, dan disertasi.

Pelatihan seharusnya direncanakan supaya pewawancara terbiasa melakukan
wawancara dengan maksud melaksanakan role playing dengan supervisi dari
peneliti. l. Tidak adanya responden di tempat pada kunjungan pertama, perlu ...