Sebanyak 34 item atau buku ditemukan

Etika dan Tanggung Jawab Profesi

Etika, disebut juga moral, susila, akhlak, sebagai cabang filsafat, sebenarnya merupakan ilmu terapan atau ilmu yang menyangkut praktis kehidupan manusia, termasuk para penyandang profesi. Masalah-masalah konkret yang dihadapi oleh penyandang profesi (profesi hukum, misalnya), tidak selalu dapat dijawab dengan prinsip-prinsip moral yang umum, tetapi harus dibantu dengan data empiris dari bidang ilmu hukum. Dalam hal ini, membicarakan etika profesi hukum diperlukan bantuan dari berbagai cabang ilmu hukum, khususnya ilmu tentang kenyataan hukum (Tatsachenwissenschaft) atau ilmu-ilmu empiris tentang hukum, seperti sejarah hukum, psikologi hukum dan sosiologi hukum. Pembicaraan tentang etika profesi hukum biasanya dimasukkan dalam kategori etika normatif bukan etika deskriptif. Etika normatif tidak hanya sebagai penonton yang netral, yang hanya mendeskripsikan dan tidak memberikan penilaian. Etika normatif sudah sampai pada keberpihakan yakni memberikan penilaian suatu sikap baik dan buruk dan kemudian merekomendasikan kepada penyandang profesi itu untuk memilihnya. Tentu saja penilaian itu baru dapat diberikan setelah prinsip-prinsip moral yang ada itu dideskripsikan.

Dalam hal ini, membicarakan etika profesi hukum diperlukan bantuan dari berbagai cabang ilmu hukum, khususnya ilmu tentang kenyataan hukum (Tatsachenwissenschaft) atau ilmu-ilmu empiris tentang hukum, seperti sejarah hukum, psikologi hukum ...

Hukum tata negara Indonesia

menuju konsolidasi sistem demokrasi

On politics & government, citizenship, and human rights in Indonesia with reference to the Indonesian 1945 Constitution.

On politics & government, citizenship, and human rights in Indonesia with reference to the Indonesian 1945 Constitution.

Hukum tata negara, kewarganegaraan & hak asasi manusia

On politics & government, citizenship, and human rights in Indonesian with reference to the Indonesian 1945 Constitution.

On politics & government, citizenship, and human rights in Indonesian with reference to the Indonesian 1945 Constitution.

Analisis modal kerja pengusaha kecil reparasi sepatu dikawasan pajak petisah Medan

laporan penelitian

Capital and social conditions of shoe repairmen in Medan, Sumatera Utara Province; research report.

Capital and social conditions of shoe repairmen in Medan, Sumatera Utara Province; research report.

Sosiologi

Di dalam kehidupan bermasyarakat, tiap individu anggota masyarakat akan timbul kesadaran, bahwa kehidupan mereka akan selalu berpedoman pada suatu aturan yang oleh sebagian besar warga masyarakat dipatuhi dan ditaati karena merupakan pegangan baginya. Hubungan-hubungan antar individu serta antara individu dengan masyarakat atau kelompoknya, diatur oleh serangkaian nilai-nilai dan kaidah-kaidah dan perikelakuannya lama-kelamaan melembaga menjadi polapola. Jadi, sejak dilahirkan di dunia ini, manusia telah mulai sadar bahwa dia merupakan bagian dari kesatuan manusia yang lebih besar dan lebih luas lagi dan bahwa kesatuan manusia tadi memiliki kebudayaan. Pada dasarnya, setiap manusia pasti akan saling membutuhkan dengan manusia lainnya dalam pergaulan hidupnya sehari-hari di lingkungan masyarakat. Itulah sebabnya, manusia disebut sebagai mahluk sosial (zoon politicon – menurut Aristoteles). Manusia, sehebat apapun dia, tidak akan mampu mengembangkan potensi dirinya, kemampuan/kompetensinya secara maksimal, manakala dia hidup sendirian. Manusia, sebagai mahluk paling sempurna yang oleh Sang Kholiq (Sang Maha Pencipta) diberi anugerah kemampuan kecerdasan akal budi, hanya akan bisa memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya, manakala dia berada di tengah lingkungan masyarakat. Sejak manusia lahir, dia sudah berhubungan dengan orang tuanya, saudara-saudaranya. Semakin meningkat usianya, semakin luas pula lingkup pergaulannya. Dari lingkup pergaulan keluarga, masyarakat sekitar, lokal, regional, nasional bahkan sampai lingkup internasional. Hakekatnya, mereka saling membutuhkan, saling mencari pemenuhan kebutuhan sesuai dengan kepentingan serta maksud dan tujuannya masing-masing. Sebagaimana dia sadari bahwa kebudayaan dan peradaban dewasa ini adalah merupakan hasil perkembangan masa-masa yang silam. Diapun menyadari, bahwa dalam berbagai hal pasti mempunyai persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan dengan orang lain. Semua itu merupakan pengetahuan yang bersifat sosiologis, ketika dia terlibat dalam hubungan-hubungan sosial, dalam keikutsertaan membentuk kebudayaan masyarakat serta kesadaran akan adanya persamaan dan perbedaan dengan orang lain. Semua itu memberikan gambaran tentang obyek yang dipelajari, yaitu sosiologi. Akan tetapi semuanya itu belum berarti bahwa dia telah menjadi seorang ahli sosiologi, sebab dia belum mengetahui dengan sesungguhnya apakah ilmu itu dan oleh karena itu akan ditinjau terlebih dahulu apakah sosiologi itu. Untuk lebih jelasnya, silakan untuk menyimak buku yang penulis susun ini. Semoga bermanfaat.

Max Weber, Konsep-konsep Dasar dalam Sosiologi, Rajawali, Jakarta, 1984.
______, Sosiologi, Suatu Pengantar, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1990.
______, PROFIL PENULIS Urip Sucipto, S.H., lahir di Indramayu Jawa Barat, 76.

Cerita Rakyat Masyarakat Mamasa

Cerita Rakyat Masyarakat Mamasa adalah karya sastra Indonesia lama yang ditulis dengan bahasa Mamasa. Penyusunan dan penerjemahannya dilakukan oleh Adnan Usmar dan W.M. Manala Manangi, sedangkan penyuntingan oleh Ora. Hartini Supadi.. Dalam Cerita Rakyat Masyarakat Mamasa ini banyak terkandung nilai-nilai luhur warisan nenek moyang kita yang pantas diteladani oleh bangsa Indonesia. Untuk itu, dalam upaya melestarikan dan memasyarakatkannya, kami lakukan penyusunan dan terjemahan dari bahasa Mamasa ke dalam bahasa Indonesia.

f. i;; boe, ma8A f>.c. }tu. "'n eluar:kan rantai dari lehernya, kemudtan digantung
pada mahgga, lalu mulai makan mangga. segera turun untuk mengambil rantai
babi itu. ia merigambil Sd;ifah pisau lahr dimasttkkan kecta1am buah ...