Sebanyak 227 item atau buku ditemukan

Membangun Pariwisata dari Bawah

Terminologi desa wisata (tourism village) jarang ditemukan di dalam literature. Para ahli mengakui kebingungan mengartikannya dengan mengaitkan sejumlah aktivitas pariwisata yang berkembang di daerah pedesaan (Parekh, 2010; Page dan Getz, 1997:4). Desa wisata dapat diartikan sebagai desa secara sengaja dibangun – atau secara alami memiliki kemampuan – untuk menarik kunjungan wisatawan karena ketersediaan potensi atraksi alam dan budayanya. Konsep yang digunakan perencana pembangunan pariwisata pedesaan di Indonesia adalah bahwa desa wisata merupakan “bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tradisi setempat” (Republik Indonesia, 2009) Definisi operasional ini digunakan sebagai basis kebijakan pengembangan pariwisata perdesaan di Indonesia. Oleh sebab itu di dalam tulisan ini terminologi desa wisata dimaknai sama dengan pariwisata perdesaan (rural tourism). Dibandingkan dengan konsep desa wisata, konsep pariwisata perdesaan sendiri lebih sering ditemukan di dalam berbagai publikasi ilmiah (Youell, 1996;Page dan Getz, 1997;Kuvacic, et.al, 2010; Chuang, 2010). Namun demikian secara subtansial tidak terlihat perbedaan yang siginifkan antar keduanya. Chuang (2010:1313) dan Kuvacic, et.al, (2010: 1648) merangkum pendapat beberapa ahli dan lalu memaknai pariwisata perdesaan dengan menunjukkan suatu lingkungan geografis tempat terjadi/berlangsungnya aktivitas pariwisata dan karakteristik asli berupa budaya tradisional, budaya pertanian, lanskap pedalaman dan gaya hidup sederhana. Konteks ruang (space) menjadi penting untuk memosisikan aktivitas dan implikasi perkembangan pariwisata perdesaan. Ahli lain mengartikan “rural tourism is one of the forms of sustainable development that through promoting productivity in rural zones, brings about employment, income distribution, preservation of village environment and lokal culture, raising host community’s participation and presenting appreciate methods to conform beliefs and traditional values with new circumstances” Youell (1996: 136). Rural tourism adalah bentuk alternative pariwisata yang mampu menyumbang perubahan-perubahan positif terhadap sumberdaya social, ekonomi dan budaya di daerah perdesaaan.

Rural tourism adalah bentuk alternatif pariwisata yang mampu menyumbang
perubahan-perubahan positif terhadap sumber daya sosial, ekonomi, dan
budaya di ... Proyek PNPM Perdesaan Krisis ekonomi dan politik yang drastis
terjadi di Indonesia dalam 15 tahun terakhir. Salah satu akibatnya dapat diamati
dalam bentuk perubahan sistem politik dari sistem otoriter ke demokrasi (
Winarno, 2008).

Efektifitas metode pembelajaran aktif dan konvensional pada mata kuliah metodologi studi Islam

On study and teaching methods of Islamic studies in Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.

On study and teaching methods of Islamic studies in Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.

Teori dan Praktik Administrasi Kesekretariatan

Kesekretariatan yang andal serta dipercaya sangat penting untuk menunjang segala aktivitas utama sebuah organisasi dan para pengambil keputusan yang ada di dalamnya. Karena tiu, buku ini teramat penting untuk dibaca bagi sekretaris. Materi yang disampaikan dalam buku ini tidak hanya memberikan pemahaman akan fungsi dan tugas kesekretariatan tetapi juga dapat contoh nyata pengaplikasian secara efektif teori tersebut di ranah nyata. Buku Persembahan Penerbit PrenadaMedia -Kencana-

Biasanya rapat ini diselenggarakan untuk membicarakan masalah-masalah
yang memerlukan koordinasi antarbagian dalam organisasi dan pengembangan
organisasi. Berdasarkan tingkat urgensinya Berdasarkan tingkat urgensinya,
rapat ...

PROSIDING PKWG SEMINAR SERIES: Kebijakan Kesehatan dan Pelibatan Komunitas Dalam Menurunkan AKI/AKB di Indonesia

Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi adalah persoalan yang sangat krusial di Indonesia sebab memiliki kecenderungan untuk meningkat setiap tahunnya. Tidak mudah mencari solusi untuk persoalan AKI/AKB, sebab AKI/AKB melibatkan kebijakan pemerintah di bidang kesehatan, ketersediaan layanan kesehatan dasar dan aksesnya, implementasi dan reaksi atas kebijakan di tingkat lokal, pelibatan komunitas, posisi suami dan keluarga ibu hamil, serta keikutsertaan NGO dan CSO dalam proses pemantauan kebijakan menurunkan AKI/AKB di Indonesia. Berbagai persoalan di atas menjadi titik berangkat ketika kita bicara mengenai pelibatan komunitas dalam menurunkan AKI/AKB di Indonesia, dan untuk menjawab hal itulah Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia, bekerja sama dengan Program Studi Kajian Gender UI dan Pusat Riset Gender Pascasarjana UI mengadakan PKWG Seminar Series #1 dengan topik “KEBIJAKAN KESEHATAN DAN PELIBATAN KOMUNITAS DALAM MENURUNKAN AKI/AKB DI INDONESIA” pada 11-12 Juni 2015 di Program Pascasarjana Multidisiplin, Kampus UI Salemba, Jakarta. Buku yang anda pegang ini adalah prosiding dari PKWG Seminar Series #1 yang berisikan makalah dan diskusi. Seluruh tulisan dalam prosiding ini memiliki lokus dan fokus yang berbeda namun seluruhnya memiliki satu benang merah: untuk menurunkan AKI/AKB diperlukan pelibatan banyak pihak.

Budi Wahyuni Lahir di Yogyakarta, 23 Mei 1958. Menyelesaikan studi di S1
Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, S2 Manajemen
Universitas Gajah Mada, S2 Medical Antropology UVA Amsterdam, dan S3
Public Health ...

Desa inovasi

menggali potensi daerah menuju desa mandiri ekonomi di Kabupaten OKU Selatan

On economic development in rural areas of Ogan Komering Ulu Regency, Sumatera Selatan Province.

On economic development in rural areas of Ogan Komering Ulu Regency, Sumatera Selatan Province.

Pemanfaatan sumber daya alam dan pemenuhan kebutuhan pangan pada masyarakat Kampung Dukuh, Jawa Barat

Traditional farming and food supply in Dukuh village, Kabupaten Garut, Jawa Barat Province.

anak perempuan sunat atau khitan dilaksanakan pada waktu masih bayi oleh
paraji (dukun melahirkan) sedangkan anak laki-laki dilaksanakan pada waktu
anak berumur 4-6 tahun. Keluarga yang akan mengkhitankan anaknya terlebih ...

Kebijakan elitis politik Indonesia

Influence of political actors and their values on the democratization process in Indonesia.

Perkembangan baru teori pasca ketergantungan adalah teori sistem dunia.
Kemunculan teori ini dipicu atas kritikan terhadap teori ketergantungan, seperti
teori Bill Warren dan teori artikulasi. Teori ketergantungan dianggap tidak dapat
menjelaskan gejala pembangunan di dunia ketiga. Yang bisa dijelaskan
hanyalah gejala terjadinya keterbelakangan. Teoritisi teori sistem dunia adalah
Immanuel Wallerstein. Seperti juga para dependentista, Wallerstein
menggambarkan sistem ...

Implementasi Model Evaluasi Formatif Program Pembangunan Sosial (EFPPS)

Partisipasi Multipihak dalam Evaluasi Program

Pendekatan partisipatif dalam pembangunan sosial telah lama dikenal dan digunakan setelah pendekatan dari atas (top-down) yang dinilai tidak mampu mengembangkan masyarakat untuk berkembang mandiri dan memenuhi kualitas hidup yang diharapkan. Pendekatan bottom upselanjutnya juga mendorong berkembangnya partisipasi dan kerja sama multipihak dalam melaksanakan program pembangunan sosial. Bagaimana sebuah program yang dirancang partisipatif dan kerja sama multipihak juga dievaluasi secara partisipatif? Evaluasi program di tingkat komunitas penting dipahami dari aspek sosiologis, karena pendekatan pembangunan yang bertumpu pada komunitas (community based development) adalah kunci keberhasilan program pembangunan sosial. Model EFPPS (Evaluasi Formatif Program Pembangunan Sosial) dikembangkan untuk mengevaluasi sebuah program yang sedang berjalan dan bertujuan untuk memberi masukan bagi implementasi program pada tahap selanjutnya. Buku ini memberi pengetahuan bagi para peneliti maupun berbagai pihak implementator program untuk melakukan evaluasi secara partisipatif dan aplikatif, sehingga tujuan program pembangunan sosial untuk mencapai keberlanjutan dapat tercapai secara maksimal. Kelebihan dari buku ini adalah bagaimana evaluasi dilakukan dengan mengolah berbagai informasi dari berbagai sudut pandang para pemangku kepentingan yang terlibat di dalam program, baik pihak pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun swasta (korporasi), bahkan oleh warga komunitas yang menjadi sasaran dari program itu sendiri. Masukan yang diperoleh dari berbagai pihak dalam evaluasi partisipatif seperti ini diharapkan dapat lebih meningkatkan dukungan bagi keberlanjutan program, dan pada akhirnya meningkatkan kebermanfaatan program yang dikembangkan

Pendekatan partisipatif dalam pembangunan sosial telah lama dikenal dan digunakan setelah pendekatan dari atas (top-down) yang dinilai tidak mampu mengembangkan masyarakat untuk berkembang mandiri dan memenuhi kualitas hidup yang diharapkan ...