Sebanyak 185 item atau buku ditemukan

Pourquoi aurons-nous besoin de dividen

Le dividende national est un revenu de base inconditionnel, mais il n’est pas que cela. C’est le canal privilégié de transmission d’une nouvelle politique monétaire de crédit social, autour d’une monnaie intégrale et souveraine. C’est aussi l’instrument d’une nouvelle répartition des revenus adaptée à l’évolution de notre société. Ce modèle qu’avait présenté Clifford Hugh Douglas il y a plus d’un siècle, popularisé par Louis Even auprès du public francophone, reste la seule approche d’un revenu de base qui peut profondément modifier et même corriger nos comportements économiques et sociaux. Il doit être reconsidéré à la lumière des apports contemporains des sciences humaines.

Le dividende national est un revenu de base inconditionnel, mais il n’est pas que cela.

Pembinaan disiplin di lingkungan masyarakat Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat

Disciplinary actions on environment among the community in Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Akibatnya sekolah adalah juga tempat yang penting untuk memupuk semangat
berprestasi. Demikian halnya mengenai kurangnya minat belajar dan daya serap
yang dimiliki anak terhadap materi pelajaran yang diberikan, mengakibatkan ...

Penelitian tentang pekerjaan sambilan ibu rumah tangga yang berpenghasilan rendah

Side line job for wives of low income families in Indonesia; research report.

Side line job for wives of low income families in Indonesia; research report.

Al-Islam Studi Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tarbawi)

Ilmu sudah menjadi kata Indonesia sehari-hari, Dalam bahasa Jawa juga dikenal dengan istilah ngelmu. Keduannya berasal dari kata yang sama, ilm kata yang berasal dari bahasa Arab. Dalam pengertian seharihari, yang pertama berkaitan dengan pengetahuan umum, sedangkan yang kedua dengan soal-soal kebatinan. Tapi, apakah “ilmu” yang padanannya dalam bahasa Inggris adalah science, dalam bahasa Jerman wissenschaft dan dalam bahasa Belanda wetenschaf itu? Jawabannya ternyata tidak satu. Pada umumnya, ilmu didefinisikan sebagai jenis pengetahuan, tapi bukan sebarang pengetahuan, melainkan pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tententu berdasarkan kesepakatan di antara para ilmuan. Ilmu ini pada umumnya dibagi menjadi tiga bidang: ilmu-ilmu pasti dan alam, ilmu-ilmu sosial, dan humaniora. Di antara ketiganya, yang benarbenar diakui paling “ilmiah” atau benar-benar science adalah yang pertama, walaupun dalam tradisi Jerman umpamanya, yang disebut wissenschaft termasuk juga sastra dan sejarah. Pandangan di atas tampak juga di Indonesia. Sebagian orang, terutama dari kalangan ilmu-ilmu eksakta dari ITB dan IPB, karena tidak puas dengan terjemahan yang ada, menerjemahkan science dengan “sains” dan bukannya “ilmu pengetahuan” seperti yang lazim berlaku.

Dan tugas kedua yang dicerminkan dalam hadits ini adalah untuk mengajarkan
akhlak yang baik. Pendidik diharuskan untuk memiliki kepribadian yang baik,
agar anak didiknya akan mencontoh sifatnya dan tugas ini juga sangat sesuai
dengan hadits Rasulullah yang artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk
menyempurnakan akhlak (tingkah laku).” Tingkah laku juga menjadi cerminan
atau tolok ukur bagi manusia. Karena manusia yang sempurna adalah manusia
yang taat ...