Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Its (Not) Bad to be 17th

Saat yang kutunggu-tunggu, pemilihan pemimpin redaksi majalah sekolah. Aku sedikit gugup memikirkan pidato yang akan kusuguhkan begitu mendengar namaku nanti. Kejutan! Waktu berhenti saat kudengar bukan namaku yang disebut, melainkan orang lain. Cewek yang bahkan menurutku nggak pantas kusebut saingan. Pasti ada yang salah! Ini yang harus kudapat setelah membesarkan nama majalah sekolahku selama ini? Nggak hanya itu kemalanganku. Cowok yang selama ini kudukung malah berkhianat dan jadi menyebalkan. Belum lagi usahaku mengejar passion jadi jurnalis yang selalu bertemu pintu kegagalan . Kini aku terlihat sebagai pecundang. Ada yang lebih buruk dari usia 17? [Mizan, Bentang Pustaka, Novel, Romans, Remaja, Indonesia]

Karya: Maya Lestari Gf. Cetakan Pertama, Maret 2015 Penyunting: Ikhdah Henny
& Septi Ws Perancang sampul: Bara Umar Birru Ilustrasi isi: Belinda C.H.
Pemeriksa aksara: Titi Sari A.K. & Tiasty Penata aksara: Gabriel Digitalisasi:
Rahmat ...

Habibie Ya Nour El Ain

Barra Sadewa, anak SMA yang mengaku tidak percaya Tuhan, dipaksa kepala sekolahnya untuk mondok dua minggu di Pesantren Nurul Ilmi. Ia datang dengan segudang kebencian. Mengira pesantren itu adalah penjara yang lain lagi dalam hidupnya. Tepat saat ia memasuki gerbang pesantren dan mengira telah melakukan kebodohan terbesar dalam hidupnya, ia bertemu Nilam, putri pemilik pesantren yang pendiam dan sangat menjaga etika pergaulan. Dalam beberapa detik segalanya berubah. Bukan hanya bagi Barra, tapi juga Nilam. Pertemuan mereka hanya sekejap, tapi jejaknya membekas sepanjang usia. Dalam pertemuan-pertemuan yang sebentar, Barra dan Nilam menyaksikan sulur-sulur nasib mereka saling bertemu dan membelit. Mereka bercakap tanpa suara. Rahasia-rahasia hati mereka hanya disampaikan melalui pandangan mata. Bertahun-tahun Barra dan Nilam hanya menuangkan cinta itu dalam surat-surat yang tersimpan. Sampai akhirnya, ketika Barra memutuskan untuk menyatakan segalanya, semua sudah terlambat. "Aku hanyalah meteor yang terbakar tanpa sisa di atmosfernya. Aku takkan pernah jatuh ke buminya, takkan mungkin menciptakan kawah di jantungnya." [Mizan Publishing, DAR Mizan, Novel, Remaja, Pesantren, Islam, Romance, Indonesia]

Semua itu saya kumpulkan, peras sari patinya, hingga menghasilkan gagasan
tentang kisah cinta Nilam dan Barra Sadewa. Saya sengaja memilih pesantren
sebagai latar belakang karena sudah sejak lama jatuh cinta pada kehidupan
santri ...